BeritaLokal, Jakarta – Pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Prabowo: Pemimpin Indonesia Selalu Ditakuti, Takut Pasar hingga Rating Agency menegaskan peran penting ketidakpastian pasar global serta penilaian lembaga pemeringkat dalam menentukan arah kebijakan ekonomi nasional. Selama rapat yang berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto menggambarkan situasi ini sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan paham bahwa 280 juta rakyat Indonesia menantikan stabilitas dan kemakmuran.
Tanggapan Prabowo Rasa Takut Pasar
Prabowo Subianto menekankan bahwa pemimpin Indonesia tidak bisa terlalu berhati-hati ketika menyesuaikan diri dengan dinamika pasar global maupun reaksi lembaga pemeringkat kredit. Ia menurutnya, “pemimpin kita selalu ditakuti. Mendapat ketakutan dari pasar, takut dari rating agency, takut dari semua reaksi eksternal.” Tindakan ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa kepemimpinan harus bersikap tegas, memprioritaskan kepentingan nasional, dan menghindari tekanan asing yang dapat memperlambat reformasi internal. Dengan demikian, ia mengajak kabinet untuk menimbang konsekuensi jangka panjang dari kebijakan fiskal, moneter dan regulasi eksternal.
Fokus SDG dalam Kebijakan Nasional
Prabowo berpendapat bahwa kepercayaan pada kekuatan sendiri bukan sekadar retorika, melainkan landasan strategi pembangunan. Ia menegaskan bahwa pembangunan Indonesia “didasarkan pada kebutuhan dasar masyarakat” dan harus menyelaraskan diri dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang ditetapkan PBB. Menurutnya, PBB memprediksi ancaman berpola ekstrim-kelaparan, akses makanan, energi, dan air-sebagai faktor kritis di masa depan. Oleh karena itu, pendirian kebijakan “no poverty” dan “zero hunger” menjadi prioritas utama, terintegrasi dengan integrasi Indonesia sebagai anggota G20 bagi memperkuat solidaritas ekonomi global.
Kritik Efisiensi Bantuan Miskin
Saat membahas program bantuan, Prabowo menyinggung kiranya sebagian usulan terpolis. Ia menyebut “bantuan misrigun dipanggil pemborosan, kecurangan, dan penyelundupan.” Prabowo menilai adanya praktik pembagian kredit yang tidak merata, di mana “orang besar kasih kredit triliunan, orang kecil tidak terima apa‑apa.” Ia menantang birokrasi untuk meningkatkan audit, transparansi dan persiapan logistik dalam setiap program sosial agar tidak terjebak dalam skenario alokasi berlebih atau kurang.
Strategi Tiru Negara Luar Mencegah Kelaparan
Mengutip laman Setneg Go ID, Prabowo menegaskan rencana mengirim tim ke India, Brasil, China, dan Vietnam agar dapat meneladani keberhasilan mereka dalam mengatasi “kelaparan.” Ia menguraikan tujuh tujuan SDG yang menjadi fokus-mulai dari kesehatan baik dan kesejahteraan (Good Health and Well‑Being) hingga pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender, serta energi bersih dan pertumbuhan ekonomi yang adil. Program ini bertujuan untuk “melatih” pemimpin daerah serta meningkatkan kapasitas teknis Indonesia dalam memutuskan strategi pembangunan berkelanjutan.
Penegakan Hukum atas Praktik Ilegal
Prabowo menengok tajam pada tumpukan praktik ilegal, termasuk mining, perkebunan, dan logging ilegal, serta penyelundupan, under‑invoicing, dan transfer pricing. Ia menfatuh sebagai “fraud” dan pidana. Ia menegaskan “jangan ragu‑ragu. Kita berada di jalan yang benar.” Dorongan ini beriringan dengan kebijakan menegakkan hukum administratif serta hukum pidana guna memastikan pasar bebas namun berintegritas dan beretika.
Penggabungan Tegas dan Keberlanjutan
Masa pemerintahan Prabowo membawa harapan bahwa “ketakutan” dapat dipakai sebagai alat motivasi sampai kepemimpinan dapat terlibat efektif dalam mengelola ketidakpastian ekonomi. Ia sarankan bahwa seluruh lembaga pemerintah, lembaga swadaya, dan sektor swasta harus melaksanakan strategi berorientasi pada SDG, mengingat tekanan global atas perubahan iklim, sektor energi dan peran Indonesia di panggung G20. Menyerealisasi “zero hunger” menjadi dunia nyata tidak hanya bagi Indonesiabaik dan melampaui jenis terobosan sosial-kekuatan moral maka akan memandu kebijakan publik.
Prabowo Subianto berjanji bahwa fokusnya adalah membangun Indonesia melalui kepercayaan pada kekuatannya sendiri sambil menanggapi realitas pasar dan rating agency, memperkuat ketahanan dalam jangka panjang.”
Artikel Terkait
Perampingan BUMN Lebih Dari 250 Perusahaan Lepas Akhir Juli
27 Juli 2026
BPJPH Dorong Usaha Capai Sertifikasi Halal Oke Oktober 2026
27 Juli 2026
Rupiah Ringan Menurunkan 9 Poin Setelah Gubernur BI Mundur
27 Juli 2026
Destry Damayanti Sejajar Gubernur BI Temui Prabowo
27 Juli 2026
Gubernur BI belum ditetapkan pengganti, kabar terbaru
27 Juli 2026
Destry Damayanti Jadi Gubernur Sementara Bank Indonesia
27 Juli 2026
Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru, TEP Luncurkan
26 Juli 2026Bank Mandiri Raih Laba Rp30,4T Kuartal II 2026
25 Juli 2026
Memuat komentar...