BeritaLokal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memperkuat rencana anggaran 2027 dengan usulan tambahan dana sebesar Rp 22,43 triliun untuk mempercepat pengembangan kawasan pangan, perkebunan, dan peternakan. Perubahan ini bertujuan meningkatkan produktivitas nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor komoditas strategis.
Usulan anggaran tersebut akan mendorong pembangunan program prioritas seperti pengembangan kawasan pangan terintegrasi, perkebunan intensif, serta peningkatan produksi daging, susu, dan telur. Dalam hal ini, Kementan membagi alokasi ke berbagai unit kerja strategis, dengan angka tertinggi dihimpun untuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) sebesar Rp 5,5 triliun. Sementara itu, alokasi terbesar juga diberikan pada Direktorat Jenderal Hortikultura (Rp 3,5 triliun), Perkebunan (Rp 3,2 triliun), dan Tanaman Pangan (Rp 1,56 triliun).
Pendapatan negara non-pajak (PNBP) dan sumber pendapatan lainnya seperti pinjaman luar negeri dan surat berharga syariah negara juga akan menjadi bagian dari peralihan anggaran. Kementerian memastikan bahwa alokasi ini tetap sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan produksi komoditas pangan strategis.
Selain itu, program pengembangan kawasan pangan terintegrasi menitikberatkan pada komoditas seperti padi, jagung, kedelai, dan ubi kayu. Kementan juga menyiapkan pengembangan perkebunan unggul seperti kelapa sawit, kakao, dan jambu mete. Di sektor peternakan, target produksi daging, susu, dan telur diprediksi meningkat untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Kementan menegaskan bahwa anggaran tambahan ini bertujuan untuk mendorong ketahanan pangan secara ekonomis sambil mengurangi ketergantungan pada impor. Pembiayaan diatur melalui rapat kerja bersama DPR RI, dengan harapan dukungan dari pimpinan dan anggota komisi untuk menyelesaikan proses pembahasannya.