[BeritaLokal], Jakarta – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dalam dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kembali menggelar Public Expose Live 2026 sebagai forum krusial bagi perusahaan tercatat untuk menyampaikan kinerja bisnis dan prospek masa depan kepada investor dan masyarakat luas. Kegiatan ini, yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026), menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat transparansi, membangun kepercayaan, dan memenuhi ketentuan peraturan pasar modal Indonesia, khususnya terkait free float sesuai Peraturan Bursa Nomor 1A.
Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa Public Expose Live bukan sekadar acara presentasi informasi, tetapi menjadi platform strategis di mana manajemen emiten berinteraksi secara langsung dengan investor dan calon investor. “Acara ini merupakan bentuk keterbukaan informasi dari perusahaan tercatat, sekaligus memberikan ruang diskusi kepada para investor maupun calon investor,” ujar Samsul. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses penguatan eksposur perusahaan di pasar modal, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan investor terhadap emiten.
Selain itu, Samsul menyebut bahwa informasi yang disampaikan melalui acara ini merupakan bagian dari komitmen emiten untuk memenuhi ketentuan peraturan mengenai free float. “Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung pemenuhan ketentuan free float oleh perusahaan tercatat sesuai Peraturan Bursa Nomor 1A, sehingga perusahaan tercatat dapat terus meningkatkan eksposur dan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa investor dapat mendengarkan secara langsung pemaparan kondisi bisnis dan keuangan perusahaan, yang dianggap penting untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan emiten.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, Iding Pardi, menambahkan bahwa kegiatan ini berperan sebagai fondasi penting dalam membangun kepercayaan investor. “Melalui kegiatan ini diharapkan para investor dan calon investor dapat memperoleh informasi yang akurat dan terkini sebagai landasan dalam mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas dan objektif,” ujar Iding. Ia menekankan bahwa ketersediaan informasi yang transparan dan mudah diakses merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Public Expose Live 2026 menunjukkan bahwa pemerintah dan regulator, melalui KSEI, BEI, dan KPEI, berkomitmen untuk memperkuat sistem pasar modal Indonesia. Acara ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi merupakan instrumen strategis yang mendorong transparansi, meningkatkan kualitas informasi, dan memperkuat kepercayaan investor. Dengan semakin meningkatnya jumlah perusahaan tercatat yang mengikuti kegiatan ini, pasar modal Indonesia semakin terbuka, terpercaya, dan menarik bagi para investor nasional maupun internasional.
Kegiatan ini juga menjadi indikator bahwa Indonesia terus berupaya menjadi pusat investasi yang lebih baik, dengan sistem yang jelas, transparan, dan berbasis kepercayaan. Melalui Public Expose Live 2026, emiten tidak hanya menunjukkan kinerjanya, tetapi juga menunjukkan komitmen mereka terhadap pertumbuhan pasar modal, serta kebutuhan investor untuk informasi yang akurat, real-time, dan terpercaya.
