Krisis Finansial Vicky Prasetyo: Biaya Persalinan Tunggu 2026?

BeritaLokal, Pati – Pemerintah memulai tahapan pencegahan biaya persalinan untuk istri siri Vicky Prasetyo, Fangfang, yang tengah menghadapi krisis finansial. Meski telah memasuki pembukaan pertama, biaya operasi sesar yang direncanakan pada 17 Juli 2026 belum tersedia, mengejutkan warga dan pihak keluarganya.

Selain itu, Fangfang mengaku telah beberapa kali menghubungi Vicky untuk memastikan ketersediaan biaya persalinan, namun hanya mendapat respons yang tidak realistis. Ia menyebutkan bahwa janji bantuan yang disampaikan sebelumnya hanya dibaca tanpa adanya penerapan. “Saya menanyakan kalau misalkan saya habis lahiran harus ke mana? Katanya kan janji mau kasih hari Senin, saya tanya kira-kira ini ada ya? Tapi ternyata cuman dibaca,” ujar Fangfang dalam wawancara dengan media.

Keluarga Vicky, terdiri dari Vino (konsultan hukum) dan anaknya, mengklaim bahwa biaya persalinan belum terealisasi meskipun janji diberikan sebelumnya. “Ini sudah pembukaan satu dan ini akan dilakukan operasi sesar pada tanggal rencananya 17. Pang-pang ini masih belum memiliki biaya, masih belum ada biaya sama sekali untuk melakukan operasi tersebut,” teriak Vino di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Fangfang, yang sebelumnya berada di Pati, memperjuangkan hak anaknya dari Pati ke Jakarta. Ia mengaku kondisi fisiknya semakin berat tetapi tetap datang ke Jakarta untuk menuntut ketersediaan biaya persalinan. “Orang gila mana sih usia kehamilan 9 bulan mau dari Pati ke Jakarta hanya untuk mencari keadilan hak anaknya? Badan semua sudah sakit jalan bahkan sudah sakit tapi mau memperjuangkan hak anaknya,” ucapnya.

Dalam upaya ini, Fangfang juga mengaku belum mampu membeli perlengkapan dasar untuk calon buah hatinya. Ia menyebutkan bahwa janji bantuan yang diterimanya hingga kini belum terealisasi. “Boro-boro barang keperluan bayi ya, saya sudah pernah minta dan hanya dijanjikan besok besok besok. Terakhir bilangnya mau Senin dikasih tapi saya tunggu ternyata belum,” kata ia.

Sementara itu, Vino mengklaim bahwa pihak Vicky masih menunggu kepastian biaya persalinan. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan biaya, meski perlu waktu,” katanya. Pemangku kepentingan mengaku sedang melakukan langkah-langkah yang memadai untuk menyelesaikan masalah ini.

Kondisi ini mendapat perhatian dari masyarakat setempat dan pihak terkait. Fangfang berharap biaya persalinan segera dipenuhi agar proses kelahiran bayinya dapat berjalan aman. “Saya ingin anak saya lahir dengan keamanan yang terjamin, meski kondisi fisik saya sedang berat,” tegasnya.

Artikel Terkait

0