BeritaLokal, Jakarta – Musisi Indonesia yang Meriahkan Konser Afgan di Jakarta, Ada Mahalini hingga Kris Dayanti menjadi sorotan ketika maestro Afgan menorehkan pensiunan dua dekade karir musiknya pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC).
Pada malam yang ditandai dengan lampu redup dan suara riuh, Afgan menggelar konser retrospektif bertajuk The Concert, menggandeng promotor Seven Star Production, sebagai perjalanan kenangan dan apresiasi terhadap para penggemar setianya. Ia menyampaikan, “Konser ini bukan sekadar mengulang masa lalu, melainkan meraikan perjalanan kami yang semakin menuntun ke luar batas batas kehidupan.”
Orkestra Erwin Gutawa Epik
Afgan pertama kali bertempo bersama Erwin Gutawa pada konser “Dari Hati” tahun 2015, dan keduanya kembali berkolaborasi pada acara ini menyiapkan aransemen eksklusif dengan puluhan musisi orkestra. Lagu-lagu klasik Afgan memperoleh nuansa orkestra yang melengkung, memanjakan telinga penonton dengan harmoni lembut dan ritme berasi. Karnivullah, salah satu konduktor utama, menjelaskan bagaimana orkestrasi ini menekankan setiap “waktu luang” dalam lagu, menyebabkan adu emosi antara vokal fleksibel Afgan dan alunan instrumen yang sarat detail.
Seniman Petra, Mahalini & Kris
Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada orkestra. Afgan mempersembahkan panggung dengan tiga musisi Indonesia lainnya, mengangkat nuansa “musisi Indonesia yang Meriahkan Konser Afgan di Jakarta, Ada Mahalini hingga Kris Dayanti” yang terkenal. Epilog dari konser ini dimulai dengan penyanyi Petra Sihombing, musisi kelahiran Jakarta yang dikenal atas komposisi lagu-lagu mendalam bagi para artis papan atas. Di panggung, Petra bagai hadir dengan gitar akustik, menyanyikan “Tak Ada Rencana (Kujatuh Cinta)” yang menjadi titik balik mood ringan namun empatik.
Penampilan dimutakhirkan dengan dua duet lepas: pertama, sahabat musik Afgan, Mahalini, sang penyanyin indie, mengajak Afgan menduet lagu “Sadis”. Ucapannya memanjang dengan lirik “Semoga Tuhan membalas semua yang terjadi, kepadaku suatu saat nanti, hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya…”, sambil disiarkan suara rumah kaca yang mengejar kehangatan panggung. Tepuk tangan memintal laut penonton, menandai momen keintiman yang tulus.
Kedua duet ini diproduksi menjadi medley spektakuler oleh Kris Dayanti, atau KD, dengan set karya individu dan kolaborasi melodi. Ia menampilkan “Kepastian”, “Kamu yang Ku Tunggu”, “Percayalah”, dan “Ada” buatan Afgan, semuanya disyapakan oleh suaranya yang legatum serta rambut yang dipertajamkan. Busana elegan namun sapuan sederhana menambah daya tarik artistik, menjadikanKD sebagai puncak konsert yang memberi ekselensi.
Di tengah sorak-sorai, Afgan menyinggung perjalanan karier kedua puluh tahun, menegaskan bahwa “saya masih ada di sini dengan versi lebih baik setelah melewati naik turunnya kehidupan.” Ia berterima kasih kepada penggemar yang setia mengikuti setiap langkahnya, memakai hantaran Afrobeat ke pop, manis ke sentimental.
Acara berakhir di kebersamaan penuh kehangatan, menampilkan konsisten peran penghibur Musik Indonesia dengan memukau para penonton, mengensyo rekaman sosial media yang membagi cerita emosional dan inspirasi yang lahir dari panggung megah Plenary Hall JICC.
Artikel Terkait
Kris Dayanti Wushu Menjadi Juara Nasional 2026
24 Juli 2026
Sisca Saras Menampilkan Pesona di Fashion Carnaval Jember
27 Juli 2026
Andrew Andika Beralih Bisnis Baru, Tinggalkan Dunia Hiburan
27 Juli 2026
Sule Terbuka Teddy Jadi Ahli Waris Lina Jubaedah
27 Juli 2026
Fedi Nuril Jadi Kiper Tarkam Film, Tadah Cedera di Lapangan
27 Juli 2026
Billy Syahputra Kecelakaan Anak Saat Main
27 Juli 2026
Ibra Film Menembus Langit Kisah Konflik Bersahabat
27 Juli 2026
Sinetron Lautan Cinta Ep 36 Nadir & Jingga Terjerat Intrik
27 Juli 2026
Memuat komentar...