Keamanan Siber BUMN Tingkatkan lewat Kolaborasi ITSEC INTI

BeritaLokal, Jakarta – ITSEC Asia Gandeng PT INTI untuk Perkuat Benteng Siber BUMN dan Pemerintah, awal bulan Juli menyebutkan persatuan dua titah digital Indonesia dalam rangka menutup celah keamanan informasi yang semakin kompleks. Keterangan resmi dirilis pada Jumat, 24 Juli 2026, ketika para eksekutif perusahaan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Gedung PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) yang sekaligus berfungsi sebagai kantor pusat teknologi nasional. Pembentukan kemitraan ini menandai komitmen bersama bahwa “keamanan siber bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama transformasi digital”, kata Direktur PT INTI, Herry Jasman, sebelum mengungkapkan visi strategisnya bahwa kolaborasi ini akan memperkuat kapabilitas nasional dengan solusi keamanan komprehensif dan membangun ekosistem berkelanjutan bagi sektor pemerintah dan BUMN.

Tiga Pilar Kerja Sama

Penandatanganan MoU menegaskan tiga pilar utama kerja sama ini: pertama, pengembangan solusi keamanan siber yang dapat di‑adaptasi ke berbagai infrastruktur kritis, kedua, penguatan Security Operations Center (SOC) nasional guna meningkatkan respons terhadap ancaman real‑time, dan ketiga, peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program pelatihan di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan cybersecurity. Karya pembangunan ini melibatkan penyediaan kapabilitas teknis, teknologi, dan tenaga ahli dari ITSEC Asia, yang mencakup konsultasi teknis, pengembangan solusi, uji coba konsep (Proof of Concept/PoC), implementasi sistem, serta transfer pengetahuan. PT INTI, sementara itu, berperan strategis sebagai jembatan pasar BUMN serta pemerintah pusat dan daerah, sekaligus membuka fasilitas di kantor pusatnya untuk mendampingi pelatihan siber dan operasional SOC.

Serupa dengan misi utama, ITSEC Asia Gandeng PT INTI untuk Perkuat Benteng Siber BUMN dan Pemerintah juga menitikberatkan pada kebutuhan terhadap talenta digital, sebuah kurangnya “talenta siber dan AI” yang sudah menjadi titik krisis bagi banyak instansi. Untuk mengatasi permintaan ini, anak usaha ITSEC Asia, PT ITSEC Cyber Academy (ITSEC Cyber & AI Academy), menandatangani MoU terpisah dengan PT INTI, menyasar penyusunan kurikulum yang relevan, penyediaan materi pelatihan, serta pembuatan platform edukasi aplikatif yang melampaui sekadar teori. Komitmen ini dirangkum kata “kebutuhan talenta dengan kemampuan cybersecurity dan AI terus meningkat. Melalui kerja sama ini, kami ingin mendukung program pelatihan yang relevan agar peserta memiliki kemampuan terapan yang langsung bisa dipakai di lingkungan kerja” ujar President Director ITSEC Cyber & AI Academy, Yulius C. Rusli.

Di sisi lain, President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menegaskan bahwa laju adopsi teknologi di Indonesia harus disertai perlindungan data dan infrastruktur yang tangguh. Ia menegaskan, “Kami ingin mengeksplorasi bagaimana pengalaman ITSEC Asia dapat mendukung kebutuhan BUMN dan pemerintahan, sekaligus membuka peluang pengembangan solusi siber yang lebih luas di Indonesia.” Pendekatan ini meninjau potensi sinergi antara kapabilitas teknologi canggih dan jaringan pasar yang luas PT INTI, sehingga solusi keamanan siber dan training AI dapat mencapai lebih banyak target secara efisien.

Strategi di balik kolaborasi ini dipandang sebagai langkah preventif terhadap serangan siber yang semakin terorganisir, memanfaatkan kerentanan dalam sistem IT besar dan jaringan telekomunikasi. Menurut Herry Jasman, “infrastruktur vital nasional, khususnya di sektor pemerintahan dan BUMN, terus menjadi sasaran utama; oleh karena itu, pengembangan SOC yang terintegrasi dan pelatihan SDM menjadi kebutuhan mendesak.” Dalam konteks ini, MIT SILI (Model Integrasi Siber dan Layanan Informa) direncanakan sebagai kerangka kerja operasional, di mana setiap unit BUMN dapat menyalin SOP (Standard Operating Procedure) yang sudah terbukti dalam mengidentifikasi, memitigasi, dan memulihkan serangan siber.

Keterlibatan PT INTI tidak semata-mata mengisi celah, melainkan juga memaksimalkan keunggulan teknologi yang dimiliki oleh kedua perusahaan dalam skala nasional. Meskipun ITSEC Asia menyediakan infrastruktur dan pendukung teknis, PT INTI memanfaatkan jaringan BUMN dan hubungan pemerintah untuk mengimplementasikan solusi keamanan secara luas. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, selain meningkatkan kualitas layanan publik, memastikan bahwa transformasi digital dilaksanakan dengan landasan keamanan yang solid.

By bridging resources and expertise, both ITSEC Asia and PT INTI intend to shift Indonesia’s cyber defense posture from reactive to proactive. The holistic approach-entangling technology, human capital, and institutional readiness-positions the nation to withstand advanced persistent threats that target critical infrastructure and state operations. As the partnership embarks on its pilot projects, the tangible results will likely set a benchmark for public‑private collaboration in safeguarding national digital assets.

Artikel Terkait

0