BeritaLokal, Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom untuk Tahun Buku 2025 berlangsung secara daring di Jakarta, Senin (8/6/2026), mengakhiri jajaran dewan komisaris dengan penunjukan dua nama baru. Edwin Hidayat Abdullah dan Anthony Leong ditetapkan sebagai komisaris dan komisaris independen, menggantikan Rionald Silaban dan Silmy Karim. Perubahan ini dianggap strategis untuk memperkuat posisi Telkom sebagai pilar digital nasional.
Selain itu, posisi direktur tetap tidak berubah. Edwin Hidayat Abdullah, yang saat ini menjabat Dirjen Ekosistem Digital Komdigi, menjadi komisaris Telkom. Pemimpin Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan apresiasi terhadap penunjukan, mengatakan bahwa pengalaman Edwin di bidang regulasi dan bisnis BUMN akan memberikan nilai tambah.
Pengamat teknologi Agung Harsoyo dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menilai kembalinya Edwin ke jajaran komisaris Telkom akan memperkuat koordinasi antara regulator dan pelaku industri telekomunikasi. “Edwin memiliki latar belakang yang memadai untuk menyelaraskan visi bisnis BUMN dengan arah regulasi pemerintah,” katanya.
Edwin pernah menjabat komisaris Telkom dari 2018 hingga 2019 dan Telkomsel (2015-2017). Ia diangkat sebagai komisaris utama Telkom bersama Menteri Komdigi Meutya Hafid, yang sekaligus menjabat komisaris utama. Kombinasi ini diyakini mampu mempercepat implementasi program prioritas T3 (Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga) Kementerian Komunikasi dan Digital.
Agung mengatakan bahwa kehadiran Edwin di dewan komisaris akan memperkuat kepemimpinan Menteri Komdigi dalam menyelaraskan kebijakan digital dengan dinamika industri. “Dengan adanya jembatan antara regulator dan pelaku bisnis, Telkom dapat menjawab tantangan global secara efektif,” ujarnya.
Pihak Telkom juga menekankan pentingnya menjaga iklim kompetisi yang sehat. Agung mengingatkan bahwa sinergi antara BUMN dan regulator harus terus diperkuat melalui restrukturisasi perusahaan, sehingga proses penyelarasan kebijakan berjalan lebih efisien.
Selain itu, Edwin dianggap memahami aspek krusial dalam ekosistem digital, seperti pengembangan pusat data (data center), AI, cloud, dan infrastruktur digital. Dengan dukungan komisaris yang memahami industri digital, Telkom diyakini mampu menjawab tantangan masa depan dengan lebih kuat.
RUPST Telkom menyoroti kekuatan strategis kolaborasi antara BUMN telekomunikasi dan regulator untuk mempercepat transformasi digital nasional. Dengan rencana ini, Telkom diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam menggerakkan ekonomi digital Indonesia.
Artikel Terkait
Telkom Raih Lestari Award 2026 lewat Talent Management
28 Juli 2026
Telkom Buka Forum Nasional Fokus Ikuti Keamanan Digital
28 Juli 2026
Festival Budaya Telkom 2026 Perkuat Agen Perubahan
23 Juli 2026
Telkom Pimpin AI Indonesia di InnoVibes 2026 Ekosistem AI
17 Juli 2026Telkom CorpU Tuju Ekosistem Talenta Era Transformasi Digital
17 Juli 2026
Telkom Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Pendapatan Tumbuh dan Transformasi Terus Dipercepat
29 Mei 2026
Investasi AI Naik, Perusahaan Masih Tanpa Hasil Bisnis
28 Juli 2026
BCA Harap Gubernur Bank Indonesia Bawa Pertumbuhan Ekonomi
28 Juli 2026
Memuat komentar...