Indra Bruggman Bagikan Rahasia Awet Muda Tanpa Perawatan

BeritaLokal, Jakarta – Inilah apa yang diungkapkan oleh Indra Bruggman, seorang aktor dan selebriti yang dikenal dengan gaya hidup sehatnya, ketika ia disapa lewat media sosial salah satu pertanyaannya mengenai kunci panjang umur. Ia segera mengepakkan pandangannya: “Indra Bruggman Bongkar Rahasia Awet Muda, Ternyata Bukan dari Perawatan”, dan menekankan betapa pentingnya menumbuhkan rasa damai diri dengan proses alami penuaan.

Yang terpenting bagi Bruggman, baik di latar studio maupun di ruang pribadi, adalah kemampuan menjalin harmoni dengan situasi. Pada kunjungan singkatnya ke XXI Epicentrum di Jakarta Selatan, ia menjelaskan bahwa stres berlebih hanyalah beban tambahan tanpa menguraikan solusi kedalam yang praktis. “Walaupun sedang sakit atau terkena musibah, nikmati saja prosesnya, tak usah terlalu dibawa stres karena masalah akan selalu ada,” ujarnya. Pernyataan ini membawa pesan jelas bahwa kelarutan pikiran dan ketenangan emosional menjadi pertahanan utama bagi tubuh mereka yang kerap menghadapi tekanan hidup.

Lebih lanjut, Indra menekankan bahwa kunci awet muda tidak bergantung pada prosedur kosmetik, namun dipertahankan lewat kebahagiaan yang terus-menerus. Ia aktif memilih aktivitas yang menumbuhkan tawa, selalu meluangkan waktu bersama hubungan terdekatnya, baik keluarga maupun teman-membuat suasana berseri menjadi bagian integral dari kesehariannya. Keahlian menjalankan ‘tawa’ ini menampakkan betapa kebahagiaan menjadi pilar vital dalam menjaga kualitas hidupnya.

Kunci Awet Muda Tanpa Perawatan

Di balik kebahagiaan yang terlihat menyala, Bruggman berpegang teguh pada prinsip sederhana namun argumentatif: kita harus menghargai setiap momen, meski penuh tantangan. Ia memanggilnya “suhu jiwa”, di mana kenikmatan hargai waktu bersama bukan sekadar hiburan sekadar riang. “Jadi, nikmati hidup, perbanyak tertawa, luangkan waktu bersama keluarga dan teman-teman, serta ciptakan suasana yang selalu bahagia,” ujarnya, memastikan bahwa menikmati momen tersebut tidak hanya memperpanjang panjang umur, tetapi juga memelihara sikap mental positif.

Selama interview, ia menekankan ketangguhan terhadap kerutan yang mulai menampak pada wajahnya karena 45 tahun umurnya. Bruggman berpegang pada perspektif bersyukur yang mencakup pemahaman bahwa yang belum pernah dapat merasakan kerutan juga sebagian “blam” karena menyelamatkan dadu tak harta. “Dengan adanya kerutan pun kita masih harus bersyukur. Di luar sana ada orang yang bahkan tidak sempat memiliki kerutan karena sudah dipanggil duluan oleh Yang Maha Kuasa,” ungkapnya. Menata rasa syukur ini, ia menempatkan dirinya sebagai bagian dari ‘pembelajaran’ masa kenakalan.

Menerima Penuaan Tanpa Takut

Tidak memiliki rasa insecure mengenai tanda-tanda penuaan menjadi inti dari pandangan Bruggman dalam mengejar fase dewasa. Ia menunjukkan kepercayaan pada diri, mencontoh bahwa bagi ia, usia 40 dan seterusnya adalah fase yang diantisipasi sejak menua. Ia berkata, “Insecure sih tidak. Justru ini adalah fase yang sangat saya inginkan sejak usia saya masih 20 tahun.” Penjelasan ini mencerminkan dalam menenangkan diri sebelum menyadari dampak fisik, mendorong-atau bahkan menggiring-pembentukan mental yang stabil.

Seiring merenungkan kenyataan, Indra menyadari juga bahwa penampilan fisik tak lagi menjadi fokus utama dalam hidupnya. “Kini di usianya yang matang, penampilan fisik bukan lagi menjadi prioritas utama dalam hidupnya. Nilai-nilai spiritual dan kesejahteraan mental langsung memberi dobong pada tema kehidupan yang bersahabat.” Ia menegaskan bahwa keanggunan muda tidak datang dari kepercayaan raut wajah, melainkan dari kehidupan yang dilengkapi rasa syukur, tawa, serta hubungan personal yang mendalam.

Indra Bruggman akhirnya menutup percakapan dengan nada penuh keyakinan bahwa kebenaran yang lama disembunyikan oleh suku kata “beauty treatment” terkuak. Ia menegaskan bahwa persamaan hidup adalah sajikan kebahagiaan, rasa syukur, serta kelarutan diri menanti untuk membawa ‘awet muda’ bukan melalui perawatan, melainkan melalui proses mental yang kohesif. Dengan 45 tahun umur yang masih sehat, Bruggman menilai bahwa panjang umur dan keberanian hidup tak lagi tergantung pada tampilan luar, melainkan bergantung pada rasa damai hati dan kebahagiaan yang tak kunjung luntur.

Artikel Terkait

0