Haruomi Hosono Rilis ‘Note of Mothership’, Pesan Cinta

BeritaLokal, Jakarta – Haruomi Hosono Rilis Note of Mothership, Bawa Pesan Cinta dan Kepedulian, dan sekaligus menandai langkah baru sang maestro sebelum meluncurkan album lengkap berjudul Yours Sincerely. Rilis single ini tidak hanya mempertemukan pendengar lama dan baru, tetapi juga mengajak mereka membuka mata pada perenungan mendalam mengenai planet ini, sebuah pengingat akan kasih sayang yang menutupi bumi.

Perenungan Keibuan Tercipta Lagu

Pada usia 79 tahun, musisi Japanese origami dan pendiri inovator Yellow Magic Orchestra menegaskan bahwa “Note of Mothership” lahir dari perenungan panjang tentang sosok “keibuan” yang memelihara bumi. Ia menekankan bahwa istilah “Mother Earth” atau “Mother Nature” mencerminkan pemahaman intuitif tentang cinta yang kuat namun lembut, gemar diwarnai oleh pengalaman pribadi menanggulangi dampak bencana alam dan pandemi. Dalam wawancara eksklusif kepada wartawan, Hosono menelaah bagaimana kondisi masa kini, terhimpun antara kurun materialisme abad ke-20 dan ketidakpastian global, menuntut dasar banding emosi manusia. Ia percaya bahwa musisi tak hanya menciptakan nada, melainkan juga menyusun jembatan empati dimana indra manusia dapat lebih mudah menyatu.

Konsep Jepang Diterjemahkan ke Bahasa Internasional

Selama hampir dua tahun, Hosono merancang Yours Sincerely sebagai koleksi yang mencerminkan nilai-nilai Jepang seperti omoiyari (kepedulian), jihi (belas kasih), dan boseiai (cinta keibuan). Rilis Note of Mothership menjadi pembuka berupa titik tolak yang menantang pencarian kata Inggris yang dapat merabangi makna tersebut. Ia menyebut proses itu sebagai “mencari kata yang benar, namun tidak ada yang lengkap”. Selain membawakan nuansa folk, track ini dituangkan dengan sentuhan avant‑pop khas ho, sehingga menciptakan dinamika yang mudah masuk ke hati pendengar. Gaya musik ini menjadi panggilan lembut bagi pendengar modern yang sering terlupa menerima popularitas emosi kolektif.

Aliran Akustik Menyalurkan Empati Manusia

Musik yang diproduksi oleh Hosono melalui label Ghostly International tidak hanya sekedar bikin angin, melainkan memiliki tujuan mengembalikan naluri dasar manusia untuk saling peduli. Ia mengungkap bahwa pengalaman masa sulit-bencana alam ekstrem, diseminasi virus, dan kesadaian materialis-sudah membuka mata masyarakat pada kedalaman empati. “Naluri lama yang tertidur di kedalaman hati kita, meliputi cinta keibuan dan belas‑kasihan, mulai tercetus,” tambahnya. Hasilnya, melodi yang dihasilkan terasa lebih sebagai “aliran sungai yang tenang” daripada sekadar gema. Ia menegaskan bahwa pemusically discovered lapisan internal keemasan ini dapat menstimulasi generasi untuk bersatu pada tujuan bersama yakni melindungi bumi.

Pesan Cinta Pelihara Bumi untuk Generasi

Secara keseluruhan, Note of Mothership mampu menyuarakan pesan tak ternilai bagi pendengarnya. Penyerapan nilai omoiyari, jihi, dan boseiai di balik lirik dan aransemen musik bisa dianggap sebagai terapi batin bagi banyak orang di dunia digital yang menuntut rezionan spasial. Hosono berharap bahwa setiap nada membawa serta rasa tanggung jawab opsi terhadap alam semesta ini, sekaligus mendorong tindakan konkrit, mulai dari perubahan perilaku pribadi hingga kebijakan publik yang lebih manusiawi. Dengan unggulan ini, sebuah karya seni memandukan pemahaman luas tentang keberadaan, dan meleksi keterangan, sekaligus menandakan awal rilis album penuh narasi tersebut yang akan membuka portofolio operatornya terhadap revolusi kultural musisi.

Haruomi Hosono Rilis Note of Mothership, Bawa Pesan Cinta dan Kepedulian menjadi bukti bahwa musik tetap relevan di dunia di mana kebisingan modern sering kali membuat kita lupa dengan satu hal krusial: kita semua adalah bagian dari satu hati besar yang memanggil nama “Mother Earth.”

Artikel Terkait

0