BeritaLokal, Jakarta – Harga emas dunia melemah pada Jumat (12/6/2026), menciptakan koreksi mingguan setelah kekhawatiran inflasi dan potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (the Fed) mendorong pasar. Pergerakan harga emas didominasi sentimen geopolitik, terutama berikut ini:
Pengaruh Geopolitik
Analisa dari Marex Capital menyebutkan bahwa harga emas jatuh ke level terendah dalam enam bulan pada Kamis, 11 Juni 2026, sebelum ditutup di US$ 4.219,69. Sentimen Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dan sinyal perdamaian yang akan segera terjadi menjadi salah satu pemicu koreksi. Namun, kekhawatiran inflasi dan ekspansi suku bunga the Fed tetap menghantui pasar.
Perdagangan Berjangka
Harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 4.191,17 per ounce pada pukul 02.52 GMT, dengan koreksi mingguan sebesar 3,2%. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus naik 2,4% menjadi US$ 4.212,70. Sementara itu, harga perak spot turun 0,4%, dan platinum naik 0,7%. Logam pertukaran ini terpengaruh oleh kekhawatiran inflasi dan kenaikan biaya energi global.
Pengaruh Inflasi dan Biaya Energi
Harga emas telah turun sekitar 20% sejak perang Iran dimulai, karena kekhawatiran kenaikan biaya energi dapat memicu inflasi. Bank sentral Amerika Serikat (AS) mungkin meningkatkan suku bunga untuk menahan inflasi, yang menjadi isu utama bagi pasar. Pada Mei lalu, harga produsen AS meningkat lebih dari diperkirakan, menyebabkan kenaikan tahunan terbesar dalam 3,5 tahun karena konflik Timur Tengah mendorong kenaikan biaya produk energi.
Peluang Kenaikan Suku Bunga
Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS sebesar 60% pada Desember, menurut alat FedWatch dari CME Group. Trump mengatakan Amerika Serikat dan Iran dapat menandatangani kesepakatan damai secepatnya akhir pekan ini, tetapi Iran membantah keputusan akhir tentang kesepakatan tersebut.
Dana Pasar Emas
Kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) terbesar yang didukung emas, SPDR Gold Trust GLD New York, turun sekitar 0,3% menjadi 923,89 metrik ton pada Rabu.
Analisis Pasar
Analis Marex Edward Meir menyebutkan bahwa pasar akan memperhatikan sinyal apapun kalau the Fed menaikkan suku bunga. “Jika the Fed mengisyaratkan untuk bergerak ke arah itu, saya pikir emas akan menembus di bawah US$ 4.000,” katanya.
BeritaLokal, Jakarta, Harga emas dunia terus dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan ekonomi global, dengan sentimen terkini mengarah pada koreksi yang memperkuat perhatian pasar terhadap isu inflasi dan kebijakan moneter.
Artikel Terkait
Rupiah Tegar Tambah Lebih 18,093, Pasar Tunggu Gubernur BI
28 Juli 2026
Nilai Rupiah Turun ke 18.070 di Tengah Geopolitik
28 Juli 2026
Harga Emas Antam Turun Rp 9.000, Cek Lengkap 28 Juli 2026
28 Juli 2026
Minyak Dunia Turun Tajam, Pasar Mereda
28 Juli 2026
Harga Emas Dunia Tembus 4.087, Investor Pantau Fed
28 Juli 2026Gubernur BI Baru Menjaga Stabilitas Rupiah
28 Juli 2026
Tabungan Masih Tumbuh LPS Bongkar Mitos Makan Tabungan
27 Juli 2026
Perampingan BUMN Lebih Dari 250 Perusahaan Lepas Akhir Juli
27 Juli 2026
Memuat komentar...