Harga Crypto Naik: Bitcoin dan Altcoin Merah Mendongak

BeritaLokal, Jakarta – Harga kripto jajaran teratas, termasuk Bitcoin (BTC), kembali menunjukkan pergerakan positif pada hari Jumat, 10 Juli 2026, menandakan pemulihan setelah beberapa waktu mengalami tekanan. Tren ini menunjukkan optimisme pasar terhadap aset digital, di tengah perubahan lanskap ekonomi global. Harga Kripto 10 Juli 2026: Bitcoin Cs Menghijau menjadi inti dari kenaikan yang terlihat di berbagai mata uang kripto.

Kenaikan Harga Bitcoin dan Altcoin Utama

Kenaikan harga Bitcoin menjadi katalis utama dalam pergerakan pasar kripto hari ini. Bitcoin (BTC) berhasil merespon dengan kuat, melonjak 1,60% dalam kurun waktu 24 jam, dan mencatatkan kenaikan signifikan 2,75% dalam satu minggu. Nilai pasar Bitcoin saat ini mencapai US$ 63.131 per koin, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 1,26 triliun. Selain Bitcoin, Ethereum (ETH) juga ikut merasakan angin segar, naik 0,33% dalam 24 jam terakhir dan tumbuh 2,77% sepekan. ETH diperdagangkan pada harga US$ 1.743 per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 210,43 miliar. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa investor mulai kembali berinvestasi pada aset-aset yang lebih kompleks seperti Ethereum, yang merupakan fondasi bagi ekosistem DeFi (Decentralized Finance). Tether (USDT) yang menjadi stablecoin paling banyak digunakan di pasar kripto, tetap stabil di angka US$ 0,99, dengan kapitalisasi pasar US$ 184,16 miliar. USD Coin (USDC) juga mempertahankan stabilitasnya di US$ 0,99 dengan kapitalisasi pasar US$ 73,32 miliar. XRP juga menunjukkan performa yang positif, naik 0,51% dalam 24 jam dan 0,76% dalam seminggu, dengan kapitalisasi pasar US$ 68,29 miliar. BNB (Binance Coin) juga mengalami kenaikan tipis 0,31% sehari dan 1,93% sepekan, mencapai kapitalisasi pasar US$ 76,69 miliar. Solana (SOL) berhasil mencatatkan kenaikan 0,63% sehari namun mengalami penurunan 3,28% sepekan dengan kapitalisasi pasar US$ 45,35 miliar. TRON (TRX) yang juga menjadi salah satu pemain utama, mengalami kenaikan 0,96% dalam 24 jam dan 4,57% dalam seminggu, dengan kapitalisasi pasar US$ 31,46 miliar. Dogecoin (DOGE) yang berstatus meme coin, juga berhasil menanjak dengan kenaikan 0,95% sehari, meskipun mengalami penurunan 1,63% sepekan, mencapai kapitalisasi pasar US$ 12,44 miliar.

Pertimbangan Bank Sentral India terhadap Regulasi Kripto

Di sisi lain, Bank Sentral India (Reserve Bank of India, RBI) semakin intensif dalam mendorong pemerintah untuk mengambil langkah yang lebih tegas terkait regulasi aset kripto. Dokumen internal pemerintah yang diakses oleh Reuters mengungkapkan kekhawatiran RBI yang mendalam terhadap stabilitas keuangan dan kedaulatan moneter yang terancam oleh popularitas aset kripto. RBI mengusulkan larangan bagi bank dan lembaga keuangan untuk memiliki, memperdagangkan, atau memegang eksposur terhadap kripto dan stablecoin yang diterbitkan secara swasta. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah risiko yang mungkin timbul akibat aset digital yang berada di luar sistem keuangan yang diatur. RBI juga menyoroti potensi stablecoin, khususnya stablecoin yang dipatok pada rupee, untuk mengganggu kedaulatan moneter India, serta berpotensi menimbulkan risiko stabilitas keuangan, terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti. Regulator India khawatir tentang kemampuan untuk melacak transaksi kripto, terutama yang dilakukan melalui bursa luar negeri atau perdagangan P2P. Departemen pajak India melaporkan bahwa kurang dari seperempat dari total transaksi kripto yang dilaporkan sepanjang 2023. Kenaikan pajak 30% pada keuntungan kripto yang saat ini diterapkan, belum sepenuhnya menjamin kepatuhan wajib pajak, terutama karena penggunaan platform luar negeri dan kesulitan dalam memverifikasi kepemilikan aset digital.

Wilayah Abu-Abu Regulasi Kripto di India

Meskipun India belum mengeluarkan larangan resmi, industri kripto masih beroperasi di wilayah abu-abu regulasi. Bank-bank besar di India menghindari keterlibatan langsung dengan aset kripto setelah menerima peringatan dari RBI, meskipun belum ada aturan yang secara eksplisit melarang transaksi aset digital. Kenaikan harga kripto secara global dan kekhawatiran regulasi yang terus berlanjut menunjukkan betapa kompleksnya situasi ini. Bank sentral India berupaya untuk menyeimbangkan antara potensi inovasi yang dibawa oleh teknologi blockchain dan risiko yang mungkin timbul.

Performa Altcoin Lainnya: Cardano, Hyperliquid, UNUS LEO, dan Chainlink

Selain Bitcoin dan Ethereum, beberapa altcoin juga menunjukkan performa yang mengesankan hari ini. Cardano (ADA) naik 3,09% dalam seminggu, dengan harga US$ 0,166 per koin. Hyperliquid (HYPE) juga mencatatkan kenaikan signifikan 0,84% sepekan dengan harga US$ 67,16 per koin. UNUS LEO (LEO) mengalami kenaikan 4,21% dalam seminggu dengan harga US$ 9,51 per koin. Chainlink (LINK) yang berperan penting dalam menyediakan data ke kontrak pintar, juga mencatatkan kenaikan tipis 0,07% dalam seminggu dengan harga US$ 7,73 per koin.

Kapitalisasi Pasar Kripto Meningkat

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto mencatat peningkatan 1,26% menjadi US$ 2,17 triliun, menunjukkan sentimen pasar yang positif. Peningkatan ini menunjukkan bahwa investor memiliki kepercayaan terhadap prospek jangka panjang aset kripto, meskipun terdapat ketidakpastian regulasi yang masih ada.

Analisis

Kenaikan harga kripto hari ini mencerminkan optimisme yang meningkat di pasar, kemungkinan dipicu oleh faktor-faktor seperti tapering sentimen hawkish dari The Fed, serta beberapa pertanda positif dari regulator di beberapa negara. Namun, penting untuk diingat bahwa pasar kripto tetap fluktuatif dan rentan terhadap perubahan sentimen investor. Sementara itu, tekanan regulasi yang terus berlanjut dari bank sentral di berbagai negara, termasuk India, menunjukkan bahwa lanskap regulasi kripto masih belum pasti. Investor harus tetap waspada terhadap perkembangan terbaru dan melakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan investasi. Harga Kripto 10 Juli 2026: Bitcoin Cs Menghijau secara keseluruhan, mengindikasikan fase pemulihan yang berpotensi berkelanjutan, meskipun dengan risiko yang tetap ada.

Artikel Terkait

0