BeritaLokal, Jakarta – Harga Pangan 22 Juli 2026: Cabai Rawit Merah Rp 55.150 per Kg kembali tajam setelah meningkat menjadi Rp 55.150 per kilogram dibanding Rp 49.500 pada hari sebelumnya, menandai hari Rabu, 22 Juli 2026. Data ini diambil dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola oleh Bank Indonesia, menegaskan adanya tekanan di pasar tradisional Jakarta, khususnya di pasar Induk Kramat Jati, tempat pedagang padat transaksi sayur-mayur setiap pagi.
Pasar Tradisional Sibuk Harga Tinggi
Di lapangan, para pedagang mencatat harga jual rata‑rata sesuai catatan PIHPS: cabai rawit merah naik 11,9 % dibandingkan hari Selasa. Kenaikan ini sejalan dengan inflasi yang memengaruhi komoditas bibit dan identik dengan fluktuasi pasokan dari wilayah Sumatera Barat. Dengan demikian, kebanyakan pengepul meneksir harga dengan lebih tinggi, memperkirakan bahwa konsumen akan merasakan dampak langsung pada biaya persiapan hidangan sehari‑hari.
Selain cabai, pasar menampilkan harga tambahan untuk cabai hijau, cabai merah besar, dan keriting. Cabai hijau berada di Rp 52.450 per kg, sedangkan cabai merah besar dan keriting masing‑masing dipasarkan di Rp 47.550 dan Rp 46.050 per kg. Beras, bahan pokok, menunjukkan variasi antara kualitas super tipe I dan tipe II pada Rp 17.650 dan Rp 17.150 per kg, sementara beras medium dan bawah berada pada kisaran Rp 16.400‑Rp 16.200 dan Rp 14.750‑Rp 14.600.
Harga Protein Naik Menjelang Lebaran
Seiring mencekik Lebaran, harga protein dinaikkan, terlihat pada daging sapi serta daging ayam. Daging sapi kualitas 1 ditawarkan di Rp 150.550 per kg, sedangkan kualitas 2 di Rp 141.700 per kg. Daging ayam ras segar terakumulasi di Rp 38.750 per kg, naik dari Rp 38.750 pada akhir Minggu lalu. Telur ayam ras segar juga mencapai Rp 29.600 per kg, menambah ketegangan berat bagi keluarga yang mengandalkan protein sebagai bagian kurban.
Minyak goreng, meskipun tidak seakumulatif bahan keras, memperlihatkan variasi harga: kemasan bermerek pertama Rp 24.200 per liter, kemasan bermerek kedua Rp 23.400 per liter, dan jenis curah Rp 20.550 per liter. Lebih jauh, gula pasir premium dijual Rp 20.300 per kg, sementara gula pasir lokal Rp 19.100 per kg. Data ini menunjukkan keanekaragaman harga di kalangan konsumen akhir, menampilkan diferensiasi antara produk lokal dan brand internasional.
Analisis singkat menunjukkan tren kenaikan harga ini bukan satu‑satunya faktor disebabkan oleh inflasi nasional, melainkan juga disertai oleh penurunan volume pasok di beberapa daerah penghasil. Peningkatan ongkos transportasi, hasil panen yang tidak konsisten, dan permintaan di kota-kota besar menambah tekanan pada harga sabu‑sabu. Oleh karena itu, lembaga keuangan nasional memonitor secara ketat dinamika pasar.
Strategi Bank Indonesia Pantau Harga
Bank Indonesia melalui PIHPS bertugas memetakan momentum harga mencapai titik ekstrem guna memberi tanda peringatan kepada petani, pedagang maupun konsumen. Sistem Penargetan Harga Strategis memungkinkan intervensi dengan membuka atau menutup pasar relief. Meskipun tidak dikontrol secara langsung, data ini memberi petek biru pada sektor pangan, terutama bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah yang paling rentan terhadap penjerakan harga.
Pada akhir laporan, data menunjukkan bahwa total harga rata‑rata barang pokok masih berada di tingkat menengah, namun kestabilan jangka panjang masih diragukan. Pasar Induk Kramat Jati masih dihadapkan pada gelombang permintaan tinggi, berpotensi memicu terjadinya mangup harga mendatang ketika Lebaran semakin dekat.
Artikel Terkait
Rupiah Turun ke 18.083 per Dolar, Pasar Antisipasi Fed
28 Juli 2026
Harga Pangan Jakarta 28 Juli Cabai Rp51.350 Telur Rp28.800
28 Juli 2026
Rupiah Tegar Tambah Lebih 18,093, Pasar Tunggu Gubernur BI
28 Juli 2026
Harga Emas Antam Turun Rp 9.000, Cek Lengkap 28 Juli 2026
28 Juli 2026
Minyak Dunia Turun Tajam, Pasar Mereda
28 Juli 2026
Harga Emas Dunia Tembus 4.087, Investor Pantau Fed
28 Juli 2026Gubernur BI Baru Menjaga Stabilitas Rupiah
28 Juli 2026
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Rp63k & Telur Rp32k per Kg
27 Juli 2026
Memuat komentar...