BeritaLokal, Jakarta – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mengumumkan rencana buyback saham maksimal Rp 100 miliar pada periode 2 Juni hingga 2 September 2026. Aksi ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas pasar modal dalam kondisi fluktuasi harga saham yang terjadi. Buyback dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.13 Tahun 2023 dan Surat Edaran OJK No.S-10/D,04/2026 tentang kebijakan pembelian kembali saham perusahaan terbuka.
Pada periode ini, ERAA akan membeli sebanyak 797.500.000 saham, atau sekitar 5% dari modal disetor perseroan. Pembelian saham tersebut tidak melebihi 20% dari modal yang dimiliki perusahaan. Dana buyback akan berasal dari kas internal ERAA. Proses transaksi akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), menurut keterbukaan informasi BEI.
Sementara itu, ERAA juga melakukan penyetoran modal ke anak usahanya dalam kerangka memperkuat posisi kepemilikan. Pada bulan lalu, perusahaan mengalihkan Rp 369,78 miliar ke anak usaha ESA (PT Era Sukses Abadi) dan EBN (PT Era Boga Nusantara). Total peningkatan modal untuk ESA mencapai Rp 187,50 miliar, sementara EBN mendapat tambahan Rp 174,27 miliar. Penambahan modal ini akan digunakan sebagai modal kerja untuk pengembangan bisnis anak perusahaan.
Kepemilikan saham mayoritas di EBP (PT Era Boga Patiserindo) tetap terjaga dengan EBN menguasai 70% dan Paris Baguette Singapore Pte. Ltd. mengendalikan 30%. Transaksi ini melibatkan penyetoran 10.500 lembar saham baru seharga Rp1 juta oleh EBN, dana berasal dari kas internal.
Aksi buyback saham dan penambahan modal ke anak usaha dianggap tidak memengaruhi kondisi keuangan ERAA karena perusahaan memiliki modal dan cash flow yang cukup. Manajemen menekankan bahwa transaksi ini bertujuan menjaga stabilitas pasar dan mempertahankan kepemilikan saham mayoritas.
Lebih lanjut, ERAA juga melakukan penambahan modal dalam kerangka afiliasi dengan EBN dan EBPRETZ (PT Era Boga Pretzel). Transaksi afiliasi ini wajib dilaporkan ke OJK sesuai ketentuan POJK No.42/POJK.04/2020.
Beritalokal, Jakarta, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyetorkan Rp 369,78 miliar ke anak usahanya dalam waktu sebulan terakhir, menjadikan total modal anak usaha mencapai Rp 663,50 miliar. Peningkatan modal dasar EBN dari Rp 500 miliar menjadi Rp 750 miliar. Transaksi ini memperkuat posisi kepemilikan EBN di EBP (PT Era Boga Patiserindo), yang bergerak dalam bisnis restoran dan kafe.
Artikel Terkait
ASML Tawarkan Bonus Karyawan 20.000 Euro
21 Juli 2026
IPO RANS: Bukti Industri Kreatif Indonesia
15 Juli 2026
Mendag Pastikan Stok Bawang Putih Stabil, Tidak Ada Rencana Tambahan Impor
14 Juli 2026
Saham Circle Melonjak Usai Mendapat Izin Bank
12 Juli 2026
Crypto: Strategi Opsi untuk Mengurangi Risiko Investasi
2 Juli 2026
American Bitcoin Lakukan Pemecahan Saham 1:15 untuk Memenuhi Persyaratan Nasdaq
2 Juli 2026
Rupiah Ditutup Menguat, Turunnya Harga Minyak Redakan Tekanan Pasar
25 Juni 2026
Respons OJK Soal Hasil Review MSCI Terbaru
19 Juni 2026
Memuat komentar...