BeritaLokal, Jakarta – Pada perdagangan saham 25-29 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sebesar 0,56%, turun ke level 6.127,38. Perkembangan ini terjadi di tengah pergeseran tren pasar saham yang terus berubah, dengan IHSG mencapai level tertinggi 6.286,87 dan terendah 6.111,96 selama sepekan. Volume perdagangan saham menurun 15,60% menjadi 30,94 miliar saham, sementara frekuensi transaksi mengalami penurunan 10,87%, mencapai 2,11 juta kali dari 2,36 juta kali sepekan lalu. Nilai transaksi harian juga menunjukkan peningkatan 30,37% menjadi Rp 28,38 triliun.
Di tengah koreksi IHSG, aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 12,34 triliun. Pada pekan lalu, jumlah pendapatan dari aksi jual saham hanya sebesar Rp 807,68 miliar. Kinerja saham yang terburuk dalam sepekan ini ditunjukkan oleh beberapa perusahaan yang mengalami penurunan harga signifikan.
Top Losers Sepekan
Pada pekan ini, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) turun 37,85% menjadi Rp 179 per saham dari Rp 288 sebelumnya. Selanjutnya, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) merosot 27,14% ke Rp 980 per saham, sementara PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) melemah 24,82% menjadi Rp 106 per saham. Perusahaan lain yang berada di bawah IHSG adalah PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), yang turun 24,07% ke Rp 410, serta PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) yang mengalami penurunan 23,57% menjadi Rp 107.
Top Losers Sepekan Lainnya
Di bawah IHSG, saham seperti PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) turun 22,10% ke Rp 705 per saham, sementara PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) merosot 21,71% menjadi Rp 238. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) mengalami penurunan 20,91% ke Rp 87, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) turun 20% menjadi Rp 700. Selain itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) merosot 19,30% ke Rp 1.150.
Koreksi IHSG ini dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan ketidakpastian terkait inflasi. Investor asing memperkuat keputusan untuk menjual saham, sementara pasar saham umumnya menunjukkan sentimen negatif. Dengan demikian, kinerja saham top losers menjadi bagian dari dinamika pasar yang terus berubah pada periode ini.
Artikel Terkait
Nycta Gina Dihujani Kritik Setelah Story Kebakaran Rumah
28 Juli 2026
For Revenge Rilis Spider-Man Soundtrack Baru I Miss You
28 Juli 2026
Keigo Higashino Meninggal, Penulis Misteri Jepang Legendaris
28 Juli 2026
Trailer Carrie Menangkap Emosi Korban Bullying di Comic‑Con
28 Juli 2026
Sisca Saras Menampilkan Pesona di Fashion Carnaval Jember
27 Juli 2026
Andrew Andika Beralih Bisnis Baru, Tinggalkan Dunia Hiburan
27 Juli 2026
Sule Terbuka Teddy Jadi Ahli Waris Lina Jubaedah
27 Juli 2026
Fedi Nuril Jadi Kiper Tarkam Film, Tadah Cedera di Lapangan
27 Juli 2026
Memuat komentar...