Bulog Menunggu Penugasan Bapanas untuk Bantuan Pangan Kuartal III

BeritaLokal, Jakarta – Selain itu, program ini juga berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Menurut Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, penyaluran bantuan pangan kembali dilanjutkan meskipun masih menunggu perintah resmi dari Bapanas. “Kita siap menyalurkan bantuan pangan berdasarkan penugasan yang telah ditetapkan,” kata Rizal dalam konferensi pers, Senin (13/7/2026). Ia menjelaskan bahwa Bulog memastikan stok beras sekitar 5,4 juta ton dan sistem distribusi yang sudah terlatih untuk menjamin kecepatan penyaluran.

Namun, proses ini tidak bisa berjalan optimal tanpa dukungan anggaran tambahan (ABT) dari Kementerian Keuangan. Rizal menyebutkan bahwa penugasan resmi Bapanas belum diterbitkan karena kepastian anggaran masih terbuka. Proses administrasi, termasuk verifikasi stok dan pemetaan jaringan distribusi, harus selesai sebelum penerbitan penugasan dilakukan. “Kita tidak bisa memulai penyaluran tanpa alokasi anggaran yang resmi,” tegas Rizal.

Perlu dicatat bahwa program bantuan pangan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan mengurangi dampak inflasi. Dalam kuartal II 2026, pemerintah menyalurkan anggaran sebesar Rp18,04 triliun untuk stimulus pangan. Target penyaluran bantuan berupa beras bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) telah rampung pada Februari dan Maret, sehingga Bulog kini bersiap melaksanakan distribusi untuk periode Juli hingga September.

Sementara itu, Bapanas menjadi pusat koordinasi penting dalam proses penugasan. Dalam konferensi pers yang diadakan oleh Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, disebutkan bahwa program ini dilanjutkan selama tiga bulan, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap KPM akan mendapatkan bantuan berupa beras 10 kilogram per bulan, dengan total anggaran Rp17,54 triliun.

Dampak khusus program ini terhadap masyarakat penerima manfaat sangat signifikan. Dalam situasi harga beras yang masih tekanan, bantuan pangan menjadi alat penting dalam menjaga kestabilan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Rizal menegaskan bahwa Bulog siap memastikan penyaluran segera dilaksanakan begitu penugasan resmi diterbitkan. “Kami tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proses administrasi dengan cepat,” kata dia.

Dengan demikian, program bantuan pangan kuartal III 2026 menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah, Bulog dan Bapanas terus berkoordinasi untuk memastikan efisiensi penggunaan anggaran serta ketersediaan beras yang stabil. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak inflasi dan menjamin akses pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Artikel Terkait

0