BeritaLokal, Jakarta – Ashanty Mantap Berhijab Usai Ibadah Haji, Ungkap Alasannya, ternyata keputusan ini tidak semudah yang dibayangkan. Selama perjalanan ibadah haji, sang penyanyi muda merasakan kesadaran mendalam yang mendorongnya untuk menutup aurat secara penuh, bukan sekadar tren fashion.
Praktik Spiritual Harian
Setelah menyelesaikan taufik haji di tanah suci Mekah, Ashanty, istri Anang Hermansyah, memutuskan untuk mengenakan hijab setiap hari. Ia menjelaskan bahwa pengalaman di Aqabah menyalakan perubahan batin: “Aku ngerasa, pas lagi dibelah dibaiku, hal duniawi kayak terlalu mengganggu. Di saat itu, aku mendapati ikut memperhatikan jarta‑jarta di jantungku.” Di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, ia sering terlihat mengenakan pashmina praktis, memilih gaya hijab sederhana agar tetap nyaman saat beraktivitas.
Dari sudut pandang praktis, Ashanty mengungkap bahwa ia belum terbiasa memakai “ciput” atau kain hijab yang dililit kencang. “Sekali pakai nggak ada napas,” laptuknya sambil tertawa ketika menampilkan foto dirinya tak membawa pakut yang ketat. Begitu kembara, ia memutuskan untuk melepas segala ketidaknyamanan dengan berpakaian hijab yang total memperlihatkan kerendahan hati, sekaligus memperlihatkan kesejukan spiritualnya.
Dukungan Teman dan Keluarga
Proses adaptasinya menyokong keamanan pesan jalannya. Teman dan rekan bisnis, di antaranya Zia dan Kenan, mengirimkan berbagai koleksi hijab, mengisi hamparan kebersamaan dan kebaikan. “Kirimin sama Zia dan Kenan, alhamdulillah dibelikan. Emang aku lagi suka yang langsung pashmina gitu karena aku kan belum terbiasa ya,” ujarnya. Dari sisi keluarga, meski banyak permintaan, ia merasa terinspirasi untuk memperluas makna pribadi setelah menolak semua aliran teks.
Bagaimana dia menghadapi dinamika publik, pertanyaannya juga bukan berakhir. Menurutnya, mobilitas makna penyanyi ini telah didefinisikan ulang: lebih menempatkan diri dalam pelayanan, bukan materi. Kepastian bosan antarkonteks publik menyembunyikan kenyataan bahwa haji tidak hanya menutup badan secara fisik, tapi juga menegaskan nilai “menyisi diri” dalam setiap wahyu jiwa yang diuji.
Melanjutkan pandangan, ia menekankan bahwa berhijab adalah proses berkelanjutan yang tak seharusnya diabaikan. Dalam perbandingan penampilan barunya, ia menonjolkan nuansa warna dan kebersihan desain hijab yang dapat memudahkan bagi klinis, “kebersihan adalah kebajikan…” serta menekankan elemen kesederhanaan.
Dampak Hidup dan Karier
Di panggung musik, Ashanty tidak memperbolehkan penampilan lama memengaruhi kesuksesan. Ia menegaskan, “Kita tidak boleh melupakan manfaat paling besar: memberi nilai lebih kepada orang lain.” Ia mengingatkan pendengar bahwa membuat pilihan berarti membuka titik pahala bila dikaitkan dengan niat. Sebagai langkah nyata, ia memanfaatkan pembicaraannya pada kompetisi lokal untuk mempromosikan nilai-nilai spiritual dan kebijaksanaan bagi orang muda.
Dengan mengikuti ajaran yang lebih moderat, dia menegaskan pentingnya memelihara keseimbangan: “Kebijaksanaan selalu menenangkan olehnya, Jika tidak, ketika menuntut, dengan respect. Untuk melihatnya, ada banyak perasaan tertentu.” Di tengah kesejarian musik, ia terus membuktikan bahwa njegovnya tidak terpaku pada satu tantangan saja, melainkan diliputi oleh keikhlasan dan pembangunan.
Kini penampilan seorang penyanyi terkenal di Jakarta lebih tertutup, namun hati tetap terbuka untuk terus memperkaya diri dan mendukung kehidupan spiritual yang kedepannya padaes, secara berkelanjutan, menekan inspirasi bagi banyak sekalian.
Artikel Terkait
Ashanty hijab Ceritakan Momen Spiritual Tanah Suci
23 Juli 2026
Ashanty Berhijab Dukungan Kasih Anang Arsy dan Aurel
23 Juli 2026
Ashanty Jadi Dosen Tamu, Bagikan Materi Komunikasi Digital
23 Juli 2026
Ashanty Berhijab: Anang Hermansyah Jadi Full Support
22 Juli 2026
Kristina Meluncurkan KD Hijab di Konser 3 Kembang
20 Juli 2026
Donna Agnesia Pakai Hijab Toleransi di Tahlil 7 Hari Gobel
18 Juli 2026
Zaskia Adya Bahas Reset Hidup Setelah Naik Haji 35 Tahun
16 Juli 2026
Betrand Peto: Penurunan Berat Badan Ruben Onsu Karena Stres
16 Juli 2026
Memuat komentar...