BeritaLokal, Jakarta – Dee Lestari, penyanyi yang dikenal dengan nama Dewi Dee dan Dewi Lestari, merilis album baru Jangan Jatuh Cinta setelah 18 tahun absen. Tahun ini juga menjadi momen penting bagi ia dalam menghadapi perubahan dunia musik digital dan promosi media sosial.
Selain itu, Dee terkesan kaget dengan perbedaan cara rekaman yang diterapkan di era modern dibandingkan masa lalu. Sebelumnya, rekaman menggunakan pita membutuhkan ketelitian tinggi untuk menciptakan kesempurnaan, namun sekarang teknologi digital memungkinkan pengeditan real-time, sehingga penyanyi yang pernah merilis Rectoverso pada 2008 silam kini harus beradaptasi dengan proses ini. “Saya masih mengambil kesempatan untuk menyanyikan satu lagu secara live seperti di Rectoverso, tapi sekarang bisa nyanyi bagian-bagian, dulu habis engineer jahit,” kata Dee dalam pernyataan terpisah.
Pada listening party album baru di M Bloc Jakarta, Dee menyampaikan bahwa ia tetap memilih merilis album penuh delapan lagu, alih-alih mengeluarkan single satu demi satu. Alasan ini disebutkan sebagai cara untuk menjaga konsistensi karya dan menghindari kesan terlalu sifat “single”. “Saya mah orang lama, ya. Orang lama mah bikin album ya. Saya mah bingung lihat orang bikin single,” kata Dee dengan nada canda.
Selain itu, Dee juga menunjukkan perubahan besar di industri musik. Dengan perkembangan teknologi digital, sebagian besar promosi musik berfokus pada streaming dan media sosial. “Saya masih aktif di medsos, tapi biasanya mempromosikan buku,” kata Dee. Untuk album Jangan Jatuh Cinta, ia bahkan menambahkan TikTok sebagai bagian dari strategi promosi. Meski sebelumnya tidak memiliki akun TikTok, ia mengakui bahwa album ini menjadi “wahana” baru untuk memperluas audiens.
Album Jangan Jatuh Cinta terdiri dari delapan lagu, antara lain “(Jangan) Jatuh Cinta,” “Patah Hati,” dan “Kabarku.” Keterangan album menyebutkan bahwa karya ini menggambarkan perjalanan hati yang kompleks, dengan penulisan lagu yang mencerminkan berbagai fase pengalaman cinta.
Dengan penuh antusias, Dee menegaskan bahwa ia tetap menjaga kualitas musik dan memastikan bahwa album ini menjadi bagian dari perjalanan artisnya yang terus berubah namun tak pernah henti.