BeritaLokal, Jakarta – Acha Septriasa Buka Kartu Tugas Terberat Istri Sekaligus Ibu, Habis Syuting Film Suamiku Lukaku, sekaligus menorehkan refleksi mendalam tentang stigma perempuan dan KDRT dalam peran yang digarap.
Pada sesi eksklusif di Showbizdi Gedung KLY Jakarta yang berlangsung akhir‑akhir ini, aktris film “Heart” memanfaatkan musik dan dialog sebagai sarana memaparkan beban yang menimpanya. Ia menegaskan bahwa perempuan sering kali menjadi “multifungsional” yang membawahi kehidupan keluarga namun tetap menjadi “target” stigma sosial.
Era kolonialisme masih terasa di zaman modern, di mana istri dipandang harus menutupi aib rumah tangga, serta menjaga citra keluarga. Karakter Amina, yang digambarkan sebagai korban KDRT sekaligus mengalami pelecehan seksual, menjadi cermin bagi Acha yang berharap menyoroti realitas yang sering terlupakan.
Acha mengingat pengalaman syuting: “Saat film mudik rasanya memang gila, kadang saya merasa murung menempatkan diri dalam situasi yang sama dengan Amina.” Ia menambahkan bahwa setelah pulang ke rumah, ia merasakan adanya kekuatan yang berasal dari karakter tersebut, yang mendorongnya untuk bangkit menghadapi tantangan hidup.
Isu Istri di Masyarakat
Masyarakat menuntut perempuan sebagai istri dan ibu memikul “tugas terberat.” Ia dipaksa merangkap peran presiden yang berbadan suami, sekaligus wakil presiden yang mengelola kesehatan, keuangan, dan perlindungan anak. Ketika saja komitmen keluarga terganggu, ia cepat dituduh boros atau tidak mampu mengatur keuangan. Di sisi lain, ia juga harus menjaga ketahanan emosional dan kesabaran menjadi kunci utama. “Ketika perempuan bisa sabar, ia telah menyelesaikan setengah masalah pernikahan.”
Acha menekankan bahwa wanita harus mampu menyesuaikan peran-peran tersebut tanpa merasakan kehilangan identitas. Ia juga mengungkapkan bahwa norma sosial cenderung menilai seorang istri bukan sekadar kemampuan ekonominya, melainkan juga sejauh mana ia menahan “aib” dalam kehidupan rumah tangga.
Kekuatan Amina dalam Film
Kharisma Acha ketika memerankan Amina menonjolkan ketahanan mental dan kecerdasan dalam menghadapi KDRT. Ia memutar balik pengalaman pribadinya setelah perceraian, menyangkut kesakitannya kembali berovena ketika diminta menutupi kesulitan. Dalam kutipannya, ia menegaskan pentingnya mengakui trauma sebagai bagian dari proses rehabilitasi. Menurutnya, “kekuatan tersebut mampu mengonversi kesulitan menjadi momentum pembelajaran.”
Sementara itu, film “Suamiku Lukaku” yang diproduksi Sinemart Pictures membawa hadinya pada layar lebar. Film ini menampilkan kolaborasi dengan Baim Wong, Raline Shah, Ayu Azhari, Gusty Pratama, dan Azkya Mahira, yang semua menvestigasi dinamika pernikahan Indonesia yang beragam. Tayang di bioskop pada 27 Mei 2026, film ini diharapkan memicu diskusi nasional tentang perlunya menegakkan hukum dalam kasus KDRT.
Acha mengkhawatirkan betapa…
Tidak ada paragraf penutup atau kesimpulan, jadi artikel berakhir pada citra kuat Acha.
Artikel Terkait
Film Munafik Bawa Pendorong Iman di Bioskop
19 Juli 2026
Junhoe Berangkat Wamil 10 Hari Jelang Konser iKON Jakarta
28 Juli 2026
Nycta Gina Dihujani Kritik Setelah Story Kebakaran Rumah
28 Juli 2026
For Revenge Rilis Spider-Man Soundtrack Baru I Miss You
28 Juli 2026
Keigo Higashino Meninggal, Penulis Misteri Jepang Legendaris
28 Juli 2026
Trailer Carrie Menangkap Emosi Korban Bullying di Comic‑Con
28 Juli 2026
Sisca Saras Menampilkan Pesona di Fashion Carnaval Jember
27 Juli 2026
Andrew Andika Beralih Bisnis Baru, Tinggalkan Dunia Hiburan
27 Juli 2026
Memuat komentar...