Harga Emas Turun ke Level Terendah

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas dunia terus bergerak memanas pada hari ini, Kamis (25 Juni 2026), hingga mencapai level terendah sejak November 2025. Tekanan kinerja pasar logam mulia dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Berikut ulasan mendalam mengenai tren ini:

Selain itu, pergerakan harga emas terus menerus mengalami tekanan dari faktor ekonomi global. Penguatan dolar AS menjadi salah satu penyebab utama penurunan harga, karena investornya cenderung memilih instrumen lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Sementara itu, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif (hawkish) dan perubahan dalam kekhawatiran inflasi terus mendorong investor untuk menghindari risiko penurunan harga emas.

Trader logam mulia independen Tai Wong menyebutkan bahwa kombinasi sikap hawkish The Fed, penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam 13 bulan terakhir, serta menurunnya ekspektasi inflasi memberikan tekanan besar pada pasar. Ia menjelaskan, “Pasar kini mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga secepatnya pada September. Penguatan dolar dan perubahan ekspektasi inflasi menjadi faktor utama yang menekan harga emas.”

Harga emas di pasar spot turun 2,9% menjadi US$ 3.981,21 per troy ons setelah menyentuh level terendah sejak November 2025. Kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 3,4% ke posisi US$ 4.008,80 per troy ons. Lembaga keuangan global ING memperkirakan harga emas akan menurun hingga US$ 4.300 pada kuartal III 2026 dan naik menjadi US$ 4.600 pada kuartal IV, mengurangi proyeksi sebelumnya yang mencakup US$ 4.850 dan US$ 5.000.

Pasar juga menunggu rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang akan diumumkan Kamis waktu setempat. Data ini menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Analyst FXTM, Lukman Otunuga, mengatakan sinyal hawkish dari pejabat The Fed atau data ekonomi yang mendukung kenaikan suku bunga berpotensi memicu tekanan lanjutan terhadap harga emas.

Di sisi lain, logam mulia lain seperti perak juga mengalami penurunan. Harga perak spot turun 4,8% menjadi US$ 59,08 per troy ons setelah menyentuh level terendah sejak Desember 2025. Pelemahan ini mencerminkan kehati-hatian investor di tengah prospek suku bunga yang lebih tinggi dan penguatan dolar AS.

Sementara itu, pasar logam mulia masih mengalami konsolidasi karena minat investor terhadap emas secara umum berkurang. Harga emas sendiri telah terkoreksi lebih dari US$ 1.600 per troy ons sejak mencetak rekor tertinggi di level US$ 5.594,82 pada akhir Januari 2026.

Pergerakan harga emas akan terus dipantau oleh data ekonomi dan kebijakan moneter The Fed. Investor harus tetap waspada terhadap fluktuasi pasar yang bisa berdampak pada kinerja aset logam mulia.

error: Content is protected !!