Harga Minyak Global Turun 4% Hari Ini

BeritaLokal, Jakarta – Harga minyak global mengalami penurunan signifikan hari ini, dengan kenaikan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 4% pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Perubahan ini terjadi setelah aktivitas kapal tanker melalui Selat Hormuz tetap berlangsung normal, memengaruhi dinamika pasar energi. Laporan dari CNBC menunjukkan, harga WTI ditutup di level US$ 70,34 per barel, mengulangi kenaikan penurunan terakhir sejak 2 Maret 2026.

Sementara itu, minyak Brent, acuan global, turun 4,3% dan ditutup pada US$ 73,74 per barel. Harga ini mencatatkan level terendah sejak serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Penurunan harga minyak terjadi karena aliran tanker tetap lancar di jalur strategis yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan global.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik perusahaan minyak besar yang dinilai tidak menurunkan harga BBM di tingkat konsumen seiring penurunan harga minyak mentah. Menurut Trump, kenaikan harga minyak justru harus terwujud dalam harga bensin, tetapi perusahaan-perusahaan tersebut dituduh tidak memenuhi harapan. “Harga minyak turun sangat cepat, tapi harga BBM belum menunjukkan dampak yang seharusnya,” katanya melalui platform Truth Social. Trump juga menuding konsumen dirugikan oleh praktik penetapan harga dan meminta Departemen Kehakiman AS menyelidiki masalah tersebut.

Analisis dari Karen Young, peneliti senior Pusat Kebijakan Energi Global Universitas Columbia, mengatakan bahwa pernyataan Trump lebih bersifat teater politik karena mekanisme harga bensin di AS sangat kompleks. Biaya seperti pajak negara bagian dan lokal serta proses transmisi harga dari kilang ke SPBU membutuhkan waktu beberapa minggu untuk menunjukkan dampak pada konsumen.

Meski demikian, pasar mulai mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah. Jika jalur tanker melalui Selat Hormuz tetap lancar dan ketegangan geopolitik tidak kembali meningkat, harga minyak berpotensi stabil dalam jangka pendek. Namun, pelaku pasar masih memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut untuk mengantisipasi risiko pasokan energi.

Kenaikan penurunan harga minyak terjadi seiring ketersediaan bahan bakar global yang tetap mencukupi, meski perubahan harga di tingkat konsumen masih membutuhkan waktu beberapa minggu untuk diserap oleh pasar. Dengan demikian, kebijakan pemerintah dan efisiensi dalam pengelolaan pasokan menjadi faktor kunci dalam menekan risiko kenaikan harga jangka panjang.

error: Content is protected !!