BeritaLokal, Jakarta – Pasar kripto terus bergerak dalam tren yang tidak menunjukkan tanda pemulihan penuh, dengan Bitcoin dan Ethereum menghadapi tekanan dari siklus harga yang masih dalam proses. Analis memperkirakan aset kripto ini belum mencapai titik terendah sepanjang siklus saat ini, meski beberapa indikator menunjukkan kecenderungan pergerakan turun.
Selain itu, perdebatan terus berlangsung mengenai aset mana yang akan lebih dulu mencapai titik dasar harga-Bitcoin atau Ethereum. Ted, analis di platform X, memperkirakan bahwa Ethereum memiliki peluang lebih besar untuk menembus level terendah sebelumnya dibandingkan Bitcoin. Menurut Ted, likuiditas di sisi bawah ETH telah terserap, sehingga harga aset ini berpotensi turun hingga US$ 1.300-1.400. Namun, ia mengingatkan bahwa tekanan terhadap ETH masih kuat, dengan risiko melemah sekitar 5% hingga 6% jika gagal kembali menembus level US$ 1.700.
Analis Ali Martinez menyebutkan bahwa Ethereum sedang keluar dari pola kanal pergerakannya dan diperdagangkan di bawah indikator SMA 200 jam, memperkirakan harga ETH dapat turun menuju US$ 1.580. Sebaliknya, analis Niels mengatakan bahwa Ethereum belum mencapai titik terendah dalam siklus pasar saat ini, dengan prediksi harga aset bisa merosot hingga US$ 1.200 pada tahun ini. Meskipun demikian, Niels menilai kondisi saat ini justru menjadi peluang untuk investor jangka panjang yang percaya terhadap prospek Ethereum di masa depan.
Di sisi Bitcoin, pasar kripto terbesar mengalami penurunan signifikan pada awal Juni, hampir mendekati level US$ 59.000-titik terendah sejak akhir 2024. Ted memperkirakan harga Bitcoin berpotensi turun menuju US$ 50.000 sebelum berbalik arah. Analis bee dan Crypto Lens juga menyampaikan proyeksi bearish, dengan prediksi harga BTC bisa menurun ke kisaran US$ 51.000-52.000 atau bahkan mencapai US$ 43.000 pada Agustus tahun ini.
Meski demikian, tidak semua indikator menunjukkan prospek negatif. Jumlah Bitcoin yang tersimpan di bursa kripto dilaporkan turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir, menunjukkan semakin banyak investor memindahkan aset mereka ke penyimpanan pribadi. Kondisi ini berpotensi mengurangi tekanan jual jangka pendek.
Pergerakan harga kripto masih volatile, dengan sentimen investor tetap hati-hati terhadap perubahan kondisi pasar. Meski belum mencapai titik terendah sepanjang siklus, aset kripto terus bergerak dalam dinamika yang kompleks dan tidak terbatas oleh prediksi teknikal.