BeritaLokal, Jakarta – Selain mengutamakan keterampilan teknis, Manajemen Canva menekankan bahwa karyawan wajib memiliki “rasa ingin tahu” sebagai bagian dari budaya kerja yang dinamis. Chief People Officer Canva, Jennie Rogerson, mengatakan bahwa dalam era kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang, keinginan untuk belajar dan memahami perubahan menjadi fondasi kritis bagi kinerja profesional.
“Di dunia yang bergerak cepat, rasa ingin tahu adalah dasar,” kata Rogerson dalam diskusi di New York. Ia menegaskan bahwa karyawan harus mengerti keputusan yang dibuat sejak awal dan memahami asal-usulnya. Misalnya, saat mengukur kandidat, Rogerson mengajukan pertanyaan seperti “apa yang telah dipelajari di luar bidang inti Anda?” untuk menilai kemampuan mereka dalam berpikir kritis.
Pernyataan serupa disampaikan oleh CEO Coursera, Greg Hart, dan mentor karier Phoebe Gavin. Hart menekankan bahwa karyawan harus terus belajar untuk tetap kompetitif, sementara Gavin mengajak para karyawan membangun hubungan yang lebih kuat dengan rekan kerja. Ryan Roslansky, mantan CEO LinkedIn, menambahkan bahwa rasa ingin tahu adalah salah satu dari lima keterampilan manusia yang tak tergantikan di era AI.
Dara Khosrowshahi, CEO Uber, juga menyatakan pentingnya sikap terbuka terhadap hal baru. “Bersikap ingin tahu tentang bertemu orang baru atau minat di luar bidang pendidikan Anda,” saran Khosrowshahi dalam diskusi di Brown University. Ia menegaskan bahwa rasa ingin tahu dapat membuka peluang karier yang tak terduga.
Dalam konteks praktis, Rogerson menggambarkan cara karyawan memenuhi standar ini. Karyawan yang mendapat kesempatan bekerja di Canva tidak hanya harus memiliki keahlian teknis tetapi juga mampu berkontribusi secara proaktif. Misalnya, mereka diberi tahu untuk mencoba ide baru, mengajukan kritik pada proyek, atau membangun klub kerja yang bermakna.
Pernyataan ini terlihat jelas dalam wawancara dengan Rogerson dan sejumlah pemimpin perusahaan lain, yang menunjukkan bahwa rasa ingin tahu bukan hanya tentang belajar teknologi baru tetapi juga tentang memahami filosofi kerja dan kekuatan kolaborasi.
Sumber: BeritaLokal, Jakarta (17/6/2026)