Trump Bantah Investasi di Iran Setelah Kesepakatan Damai

BeritaLokal, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mempertahankan pendirian bahwa negara AS tidak akan menginvestasikan dana di Iran setelah kesepakatan damai antara Washington dan Teheran disepakati. Meski ada laporan yang menyebutkan adanya syarat investasi sebesar US$ 300 miliar (Rp 5.311 triliun) untuk Iran, Trump menegaskan bahwa tidak ada keputusan investasi dari AS.

Pernyataan Trump dirilis saat ia diwawancara oleh CNN dan diberitakan di sela KTT G7 di Evian, Prancis. Ia mengklaim: “Kami tidak menginvestasikan uang apapun di Iran. Rumor yang beredar kemarin itu konyol.” Dalam wawancara tersebut, Trump juga menegaskan bahwa AS memiliki hak untuk memasuki Iran dalam situasi tertentu, tetapi tak akan melakukan investasi. Ia menyebutkan bahwa informasi mengenai syarat perjanjian yang melibatkan investasi berupa US$ 300 miliar adalah “berita palsu”.

Beberapa jam sebelum meninggalkan AS ke Prancis, Trump menegaskan kesepakatan damai antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Ia juga menyebut laporan yang merujuk pada investasi tersebut sebagai berita palsu. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa hal ini bisa terjadi jika Koalisi Pantai Teluk membiayai proyek tersebut, dalam konteks menjaga kewajiban militer negara itu.

Sementara itu, di KTT G7, Iran dijadikan poin pembicaraan utama, bersama dengan keamanan Ukraina dan isu pertumbuhan ekonomi. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menekankan pentingnya membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kebijakan energi AS. Ia menyebutkan bahwa ketergantungan pada transit melalui selat tersebut menjadi senjata, dan pemerintah harus memikirkan cara mengurangi ketergantungan itu.

Trump juga menyoroti hubungannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, meski ia mengakui tidak menyukai cara Israel menghadapi Hizbullah di Lebanon. Ia berargumen bahwa Israel harus bertanggung jawab lebih baik terhadap situasi di Lebanon, sementara tekanan dari Hizbullah membuat negara itu sulit melindungi diri.

Kesepakatan damai antara AS dan Iran memicu perdebatan global tentang kebijakan energi dan keamanan regional. Meski Trump menegaskan bahwa tidak ada investasi AS di Iran, pihak berwenang di Washington masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari Teheran untuk memastikan konsistensi kesepakatan.

error: Content is protected !!