BeritaLokal, Jakarta – ASN Kementerian PANRB Harus Jadi Role Model
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan bahwa setiap pengangkatan dan pelantikan Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab. “Sumpah yang diucapkan hari ini bukan hanya formalitas administratif, tetapi komitmen moral yang harus diwujudkan dalam setiap tindakan,” kata Rini pada acara pengambilan sumpah ASN sekaligus peluncuran GDRBN 2025-2045.
ASN dianggap sebagai pilar kebijakan nasional, memegang peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Menurut Rini, jabatan tersebut bukan sekadar posisi, melainkan bentuk kepercayaan negara yang harus dijaga melalui kinerja terbaik. “Kementerian PANRB harus menjadi contoh bagaimana birokrasi bekerja secara efektif, bersih, dan melayani,” tegasnya.
Pesan Jangan Berhenti Belajar: Transformasi Digital sebagai Prioritas
Rini menekankan pentingnya transformasi digital dalam GDRBN 2025-2045. “Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional akan menitikberatkan pada transformati digital,” kata dia. ASN diwajibkan terus mengasah kemampuan teknis dan manajerial, sekaligus memperkuat integritas sebagai fondasi utama birokrasi. “Saya ucapkan selamat kepada seluruh ASN yang telah diambil sumpahnya. Teruslah belajar, tingkatkan kapasitas diri, dan jaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” pungkas Rini.
Nilai BerAKHLAK sebagai Kunci Pelayanan Masyarakat
Rini memaparkan lima nilai-nilai BerAKHLAK (Core Values ASN) yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari: berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. “ASN tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas sesuai aturan, tetapi juga lewat semangat melayani yang dampaknya dirasakan langsung oleh publik,” kata dia.
Tantangan Birokrasi: ASN Harus Adaptif dan Kompeten
Dihadapkan tantangan birokrasi masa depan yang semakin kompleks, Rini mengingatkan bahwa ASN harus terus belajar. “Sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan mampu mengikuti perkembangan zaman menjadi modal utama dalam mewujudkan birokrasi yang berkinerja tinggi,” katanya. Kementerian PANRB dituntut menjadi penggerak reformasi birokrasi nasional, dengan kinerja yang transparan dan efisien.
Dalam acara tersebut, Rini juga meminta ASN untuk terus meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan, sekaligus menjaga integritas sebagai fondasi kepercayaan masyarakat. “ASN yang kompeten dan berintegritas akan menjadi modal utama dalam mewujudkan birokrasi yang berkinerja tinggi,” kata dia.
Kesimpulan
Dengan menekankan pentingnya transformasi digital, penguatan integritas, serta pengembangan kapasitas ASN, Rini Widyantini menjadikan GDRBN 2025-2045 sebagai arah ke depan. Kementerian PANRB diharapkan menjadi contoh yang terbuka dan berperan aktif dalam membangun sistem pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan melayani rakyat dengan baik.