BeritaLokal, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan ke level 6.000 pada perdagangan Jumat (12/6/2026), yang dipengaruhi oleh peran saham BUMN dan kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mengatakan momentum positif ini menjadi bukti kebijakan pemerintah berada di jalur tepat.
Selain itu, kenaikan IHSG dan rupiah yang kuat hari ini disebut sebagai hasil sinergi langkah cepat pemerintah bersama Bank Indonesia (BI). Pada 9 Juni 2026, BI mengambil tindakan menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen. Langkah ini diperteguhkan dengan konsolidasi yang diinisiasi Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan intensif antara pemerintah, BI, dan wakil rakyat berlangsung sejak 6 Juni hingga 9 Juni 2026, mencakup pemenuhan kebijakan fiskal dan moneter.
Saham BUMN menjadi penggerak utama dalam penguatan IHSG. Dony mengatakan, sektor pertambangan naik hingga 7 persen, sektor perbankan pelat merah (Himbara) mencatat volume beli masif dari investor domestik dan asing, serta perusahaan Telkom. “Ini bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan ekonomi Indonesia,” ujar Dony dalam keterangan resmi.
Pemerintah juga meminta publik untuk tetap tenang dan tidak khawatir. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia, terutama perbankan, sangat kuat. “Alhamdulillah, sesungguhnya fundamental ekonomi kita, khususnya dari sisi perbankan, sangat kuat,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan.
Dony menekankan bahwa dominasi saham BUMN dalam mendorong IHSG adalah refleksi nyata dari kualitas bisnis yang sehat melalui transformasi berkelanjutan. Dia mengajak masyarakat untuk merawat optimisme, karena stabilitas ini akan berdampak langsung pada ekonomi riil. “Momentum positif ini menandakan bahwa kebijakan yang sedang dijalankan berada di jalur tepat. Iklim investasi yang stabil adalah kunci menarik kemitraan strategis bernilai tinggi,” katanya.
Sementara itu, pemerintah terus bekerja keras mengatasi tantangan ekonomi untuk menciptakan kondisi stabil. Kolaborasi antara pelaku pasar negara, termasuk Himbara, Taspen, BPJS, dan INA, dihargai sebagai langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi.