KAI Cari Partner Wujudkan Net Zero Emission

BeritaLokal, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) mengambil langkah strategis untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE). Dalam acara Media Briefing Strategi Kemitraan Iklim dan Dekarbonisasi Perkeretaapian Nasional, VP Sustainability PT KAI, Tria Mutiari Melian, menekankan pentingnya kolaborasi multijenis dalam menjalankan program dekarbonisasi yang memerlukan investasi besar dan kebijakan terpadu.

KAI mengungkapkan roadmap dekarbonisasi sebagai alat transparansi untuk mendorong diskusi publik dan keterlibatan aktif pemangku kepentingan. Implementasi target NZE, kata Tria, membutuhkan kerja sama pemerintah, lembaga pendanaan internasional, organisasi sektor swasta, serta kebijakan ekonomi yang berkelanjutan. “Kami tidak hanya mengandalkan sumber daya internal, tetapi juga mencari peluang kolaborasi eksternal,” katanya.

Salah satu tantangan utama adalah kebutuhan pendanaan. KAI memperkuat jejaring kemitraan untuk mendukung program dekarbonisasi, dengan harapan pendanaan tidak hanya menjadi beban internal, tetapi juga memberikan kontribusi dari berbagai pihak. Roadmap yang disusun diharapkan membantu menerjemahkan target NZE ke dalam kebutuhan investasi terukur, sehingga mitra dapat menilai potensi kerja sama bersama KAI.

Selain itu, KAI juga menggarap proyek uji coba bahan bakar B50 sebagai langkah awal dalam transformasi sektor transportasi. Proses uji coba biodiesel B50 di kereta api dimulai pada Mei 2026, dengan tujuan memastikan keandalan teknologi dan efisiensi ekonomi. Uji coba ini akan melibatkan beberapa titik pengujian, termasuk kereta dari Lempuyangan menuju Jakarta dan lokomotif di Surabaya-Jakarta. “Uji ini adalah langkah penting untuk menguji B50 dalam kondisi sejati,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Kemenperin, Eniya Listiani Dewi.

Proyek uji coba B50 di kereta api menjadi yang pertama di dunia, menandai pencapaian historis dalam pengembangan bahan bakar rendah emisi. Proses ini dilakukan bersama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Lemigas untuk mengevaluasi performa mesin lokomotif dan generator genset saat beban tinggi. Dengan demikian, KAI berharap kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung pencapaian target emisi, tetapi juga mempercepat transformasi sektor transportasi menuju sistem lebih hijau dan berkelanjutan.

Dalam rangka mendorong penerapan teknologi dekarbonisasi, KAI terus memperluas kerja sama dengan pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. Dengan langkah-langkah ini, PT KAI menggandeng para mitra dalam mengeksplorasi potensi energi bersih dan konsistensi menjalankan program dekarbonisasi secara sistematis.

error: Content is protected !!