BeritaLokal, Jakarta – Piala Dunia 2026 dijadwalkan menjadi ajang taruhan olahraga terbesar sepanjang sejarah, dengan potensi pendapatan mencapai US$ 50 miliar atau Rp 897,20 triliun. Perkiraan ini disusun oleh analis finansial Macquarie, yang menilai pertumbuhan taruhan olahraga di Amerika Serikat (AS) akan terus meningkat selama turnamen berlangsung.
Selain itu, Piala Dunia 2026 akan menjadi acara pertama dalam sejarah yang menguji pasar taruhan olahraga AS secara penuh. Turnamen ini dimulai pada Kamis, 11 Juni 2026, di Mexico City dan berakhir di Stadion MetLife East Rutherford, New Jersey, dengan 48 tim kompetisi dalam 104 pertandingan sekitar enam minggu. Prediksi analisis menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pertandingan, zona waktu favorit, dan akses taruhan olahraga yang lebih luas di AS akan memperkuat permintaan pasar.
Analisis Macquarie mengungkapkan bahwa nilai taruhan global pada Piala Dunia 2026 dapat mencapai US$ 50 miliar atau Rp 897,20 triliun, naik dari US$ 35 miliar di Piala Dunia 2022. Perusahaan game online seperti FanDuel dan Flutter Entertainment dinilai menjadi pilihan strategis untuk manfaatkan peningkatan aktivitas taruhan. Deutsche Bank memprediksi kenaikan EBITDA operator sebesar 2%-5% pada 2027, dengan perusahaan yang memiliki audiens sepak bola global dan eksposur internasional menangkap peluang terbesar.
Dalam skenario optimis, FanDuel diperkirakan mengambil US$ 1,3 miliar atau Rp 23,32 triliun dari total taruhan di AS, sementara DraftKings mendapat sekitar US$ 1,1 miliar atau Rp 19,73 triliun. BetMGM, Caesars, dan theScore juga diperkirakan menghasilkan pendapatan jutaan rupiah. Deutsche Bank membagi skenario ini menjadi optimistis (US$ 3,3 miliar) dan pesimistis (US$ 1,8 miliar), menunjukkan variasi dalam proyeksi taruhan berdasarkan faktor ekonomi dan permintaan pasar.
Pertandingan sepak bola di AS, yang dikenal sebagai “Super Bowl,” diprediksi akan menarik hingga 200 juta penonton, dengan pertunjukan final piala dunia di Qatar sebelumnya menciptakan ekspor penonton sebesar 1,5 miliar. Perusahaan permainan olahraga terkemuka seperti Flutter Entertainment dan Genius Sports menyatakan keinginan untuk memperluas pasar di wilayah dengan tingkat minat sepak bola yang tinggi, termasuk Brasil, di mana sepak bola menjadi agama.
Kesiapan pihak berwenang dan perusahaan taruhan olahraga untuk menghadapi Piala Dunia 2026 terlihat dari latihan darurat yang dilakukan di Stadion MetLife New Jersey pada April 2026, menunjukkan kepedulian terhadap kesiapan pemanfaatan teknologi dan manajemen risiko. Dengan potensi taruhan mencapai titik tertinggi sejak 2022, Piala Dunia 2026 diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru dalam dunia taruhan olahraga global.