Aktor Film Top Gun: Maverick James Handy Tewas Ditusuk, Anak Kekasihnya Jadi Tersangka

BeritaLokal, Los Angeles – Aktor film Top Gun: Maverick James Handy tewas ditusuk di rumahnya pada Rabu (5/6/2026) pagi waktu setempat. Peristiwa ini menimbulkan kekecewaan dan kekhawatiran publik, dengan tersangka yang melibatkan anak kekasihnya menjadi pelaku utama.

Dilaporkan oleh Entertainment Weekly, insiden penusukan terjadi di rumah Handy di Los Angeles. Polisi mengklaim bahwa kasus ini diberitahu melalui panggilan 911 dari tersangka Michael Gledhill, anak laki-laki kekasih Handy. Gledhill mengakui perbuatannya saat menelepon polisi, menyatakan dirinya sebagai “anak manusia” yang membunuh seorang pria pendosa.

Pada hari itu, Handy ditemukan di halaman rumahnya dalam keadaan tak sadarkan diri dengan luka tusuk di dada. Paramedis Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles membawa dia ke RS setempat, tetapi ia telah meninggal dunia. Polisi menetapkan tersangka sebagai pelaku pembunuhan dan mengumumkan uang jaminan sebesar US$ 2 juta (sekitar Rp 36 miliar) yang ditetapkan pihak berwenang.

Kabar kematian Handy, aktor senior yang pernah terlibat dalam sejumlah film seperti Top Gun: Maverick dan Jumanji, langsung menimbulkan kekecewaan di kalangan penonton. Perwakilan sang aktor, Pam Ellis-Evenas, menyatakan dalam pernyataan kepada Entertainment Weekly bahwa “pria yang diserang dan dibunuh pada hari Rabu di Tarzana adalah James Handy.”

Pada kariernya, Handy memulai perjalanan di awal 1970-an dengan tampil di acara TV seperti Quantum Leap dan NYPD Blue. Penampilannya dalam film-film terakhirnya, termasuk Top Gun: Maverick (2022), menjadi bagian dari legenda film yang terus dikenang.

Sementara itu, pihak polisi menegaskan bahwa area sekitar rumah Handy sedang diisolasi untuk penyelidikan lebih lanjut. Kasus ini masih dalam proses investigasi, dengan petugas mengklaim telah memeriksa lokasi terkait.

Kematian Handy menjadi momen penting dalam dunia hiburan, dengan kekhawatiran tentang dampak sosial dan kemanusiaan yang mungkin terjadi akibat aksi penusukan tersebut.

error: Content is protected !!