PBB mengajukan pendanaan Rp38,7 triliun untuk bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa warga Yaman.
PerbesarPotret anak-anak yang terancam kelaparan akut akibat Perang Yaman (AP/Hani Mohamed)
, Sana’a – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan hampir 5 juta orang di wilayah-wilayah yang dikuasai pemerintah Yaman mengalami kerawanan pangan akut sepanjang Maret hingga Mei 2026.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan jumlah tersebut setara dengan satu dari dua penduduk yang tinggal di 12 provinsi yang berada di bawah kendali pemerintah Yaman, dikutip dari Antara News, Jumat (5/6/2026).
Data itu mengacu pada analisis terbaru Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (Integrated Food Security Phase Classification/IPC), sistem pemantauan global yang digunakan untuk mengukur tingkat kerawanan pangan.
Menurut Dujarric, situasi diperkirakan akan memburuk dalam beberapa bulan ke depan. Antara Juni hingga September 2026, sekitar 5,4 juta orang di wilayah yang dikuasai pemerintah, termasuk Aden, Hadramawt, Marib, dan Taiz, diproyeksikan menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi.
“PBB dan mitra kemanusiaan memperingatkan bahwa tanpa tindakan segera, berkelanjutan, dan ditingkatkan, jutaan orang yang rentan berisiko terjerumus lebih dalam ke dalam kelaparan, malanutrisi, dan kehilangan mata pencaharian yang tidak dapat dipulihkan,” kata Dujarric dalam konferensi pers harian pada Rabu (3/6).
Menyikapi kondisi tersebut, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Program Pangan Dunia (WFP), dan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) menyerukan peningkatan pendanaan internasional untuk mendukung bantuan pangan, layanan gizi, kesehatan, sektor pertanian, dan program ketahanan masyarakat.
Menurut ketiga lembaga tersebut, dukungan pendanaan yang lebih besar diperlukan untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih parah di negara yang telah dilanda konflik berkepanjangan selama lebih dari satu dekade itu.
Dujarric menambahkan, PBB bersama para mitra kemanusiaan telah meluncurkan Rencana Kebutuhan dan Respons Kemanusiaan Yaman 2026 pada Maret lalu.
Melalui rencana tersebut, PBB mengajukan kebutuhan pendanaan sebesar USD 2,16 miliar atau sekitar Rp38,7 triliun untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa bagi 12 juta orang di seluruh Yaman.
