BeritaLokal, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan saham Kamis, 4/6/2027, hingga mencapai level 5.687 dengan penurunan sebesar 4,27%. Rupiah juga terpinggirkan di kisaran 18.013, menunjukkan tekanan ekonomi yang menggerogoti pasar saham Indonesia.
Dalam tiga puluh menit perdagangan, IHSG merasakan dampak negatif dari beberapa sektor seperti energi, basic consumer, dan infrastruktur. Sementara itu, sektor teknologi dan properti juga terpangkas. Dikutip data RTI, IHSG mengalami penurunan 3,04% ke level 5.760 pada pukul 09.32 WIB, dengan indeks saham LQ45 turun 2,64% ke posisi 573,29. Pada pukul 09.37 WIB, IHSG kembali terpangkas sebesar 4,27%, menurunkan nilai hingga 5.687.
Pertumbuhan dan melemah saham di awal sesi mencerminkan dinamika pasar yang tidak stabil. IHSG berada di level tertinggi 5.924,50 dan terendah 5.749,11. Sebanyak 589 saham melambatkan kinerja IHSG, sementara 63 saham menguat dan 74 saham diam di tempat. Volume perdagangan mencapai 508.593 kali dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,3 triliun.
Sektor saham yang paling terdampak adalah energi (-4,54%), basic consumer (-6,23%), industri (-4,04%), dan consumer nonsiklikal (-2,75%). Sementara itu, sektor consumer siklikal turun 2,19%, kesehatan (-2,8%), keuangan (-2,77%), properti (-4,19%), teknologi (-1,65%), dan infrastruktur (-5,6%) juga mengalami penurunan.
Pada pembukaan sesi, IHSG dibuka turun 0,36% ke level 5.919 dari penutupan sebelumnya. Pukul 09.02 WIB, IHSG tergelincir 0,56% menjadi 5.907, sempat turun 1%. Indeks saham LQ45 melemah 0,05% ke posisi 588,75. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Analisis teknikal menunjukkan potensi untuk menguji level resistance di 6.000. BNI Sekuritas memperingatkan bahwa jika IHSG gagal melewati titik ini, terjadi koreksi dengan target 5.500-5.600. Area support di 5.775-5.850 dan resistance di 6.000-6.100 juga menjadi perhatian.
Rekomendasi saham hari ini meliputi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Bumi Resources Tbk (BUMI), Darma Henwa Tbk (DEWA), Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan Archi Indonesia Tbk (ARCI). Teknikal menyarankan posisi Buy on Weakness atau Spec Buy dengan area beli dan target tertentu.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pembaca, sebelum membeli atau menjual saham. Risiko kerugian tidak ditanggung oleh pihak berwenang.
Artikel Terkait
Rupiah Tegar Tambah Lebih 18,093, Pasar Tunggu Gubernur BI
28 Juli 2026
Nilai Rupiah Turun ke 18.070 di Tengah Geopolitik
28 Juli 2026
Bank Indonesia Mantap Kebijakan Stabil Menenangkan Pasar
27 Juli 2026
Perampingan BUMN Lebih Dari 250 Perusahaan Lepas Akhir Juli
27 Juli 2026
BPJPH Dorong Usaha Capai Sertifikasi Halal Oke Oktober 2026
27 Juli 2026
Rupiah Ringan Menurunkan 9 Poin Setelah Gubernur BI Mundur
27 Juli 2026
Harga Emas Antam Melambung Rp 10.000 pada 27 Juli 2026
27 Juli 2026
Gubernur BI Mundur Mendorong Kepercayaan Pasar
27 Juli 2026
Memuat komentar...