BeritaLokal, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melemah pada perdagangan saham Kamis, 4 Juni 2026. IHSG dijangkau kisaran 5.755-5.814, meski masih berada dalam pergerakan jangka panjang yang tergantung pada kondisi pasar global dan sentimen investor. Analisis teknikal dari sejumlah lembaga sekuritas menunjukkan potensi koreksi signifikan di area 5.755-5.814, dengan level support 5.899 dan resistance 6.111.
Selain itu, IHSG masih terpaku pada zona merah sejak penutupan perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai 17.970. Peningkatan tekanan jual pada saham berdampak pada pergerakan IHSG yang mengalami koreksi sebesar 4,11% menjadi 5.941,06. LQ45 juga merosot 4,89%, sementara indeks saham acuan melemah secara umum.
Analisa dari PT MNC Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG berada dalam pergerakan wave [v] dari wave A dari wave (2), dengan level support di 5.740-6.095 sebagai titik koreksi terdekat. Lembaga Pilarmas Investindo mengungkapkan potensi melemah IHSG di area 5.750-6.095, sementara rekomendasi saham tertentu menunjukkan tren kuat untuk beberapa perusahaan.
Rekomendasi Saham
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dianjurkan beli pada koreksi, dengan target 8.500-9.125 dan stoploss di 7.350. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga disarankan memperhatikan pergerakan jangka pendek. Sementara itu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dianjurkan beli pada koreksi dengan target 8.000-9.125, 4.220-4.320, serta 162-199.
Rekomendasi Teknikal
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dianjurkan beli pada koreksi dengan target 8.500 dan stoploss di 7.350. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dianjurkan memperhatikan pergerakan jangka pendek, sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dianjurkan beli pada koreksi dengan target 162-199. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dianjurkan trading buy di area 1.220-1.250.
Pihak lembaga sekuritas menekankan bahwa keputusan investasi tetap tergantung pada analisis risiko dan perbandingan data pasar. “Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca,” kata penjelasan disclaimer yang disertakan dalam artikel.
Sementara itu, sektor saham berpotensi melemah akibat tekanan dari Moody’s Ratings yang memberikan peringkat Baa2 kepada Danantara Investment Management (DIM). Peningkatan rasio kinerja saham dan sentimen negatif di pasar global juga memengaruhi pergerakan IHSG. Perdagangan saham pada Kamis dipasarkan dengan volume 98,791 miliar senilai Rp67,823 triliun, menunjukkan aktivitas penuh di bursa efek Indonesia.
Artikel Terkait
Gubernur BI Mundur Mendorong Kepercayaan Pasar
27 Juli 2026
ASML Tawarkan Bonus Karyawan 20.000 Euro
21 Juli 2026
Rating S&P Menyok IHSG, Pasar Berputar ke 2% Kenaikan
16 Juli 2026
IPO RANS: Bukti Industri Kreatif Indonesia
15 Juli 2026
Saham Circle Melonjak Usai Mendapat Izin Bank
12 Juli 2026
Crypto: Strategi Opsi untuk Mengurangi Risiko Investasi
2 Juli 2026
American Bitcoin Lakukan Pemecahan Saham 1:15 untuk Memenuhi Persyaratan Nasdaq
2 Juli 2026
XRP Masuki Fase Krusial, Analis Prediksi Peluang Kenaikan 100 Persen
14 Juni 2026
Memuat komentar...