Harga Emas Dunia Anjlok Tersengat Kekhawatiran Inflasi

BeritaLokal, Jakarta – Harga Emas Dunia Anjlok Tersengat Kekhawatiran Inflasi

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memicu tekanan pada harga emas dunia, dengan kenaikan ekspektasi inflasi dari perang yang melanda wilayah tersebut. Pada Rabu (3 Juni 2026), harga emas spot mengalami penurunan hampir 1% menjadi US$ 4.440,27 per ounce, sementara kontrak berjangka emas AS turun 1,1% ke level US$ 4.468,60.

Pergerakan Emas Dipengaruhi Faktor Makroekonomi
Analisis dari High Ridge Futures menunjukkan bahwa aktivitas pasar emas bergantung pada tren harga minyak, imbal hasil obligasi, dan pergerakan dolar AS. Dalam laporan CNBC (Kamis, 4/6/2026), harga emas ditutup naik 0,3% ke level US$ 4.519,90 per ons. Namun, para pelaku pasar tetap “wait and see” karena kenaikan harga energi terus memperkuat ekspektasi inflasi, yang bisa menggerakkan suku bunga dan memperkuat dolar AS.

Ketegangan di Teluk Menyebabkan Tidak Pasti
Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus berlangsung, dengan serangan Iran terhadap Kuwait menyebabkan rusak pada bandara dan melukai puluhan orang. Sejagad, militer AS melakukan serangan di dekat Selat Hormuz, sementara diplomasi mencoba menenangkan situasi. Meski ada sedikit kemajuan, ketegangan tetap berdampak pada pergerakan pasar emas yang masih terikat oleh rasa tak pasti.

Kebijakan Moneter dan Perkembangan Data Ekonomi
Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, menegaskan tidak ada kebutuhan untuk mengubah suku bunga jangka pendek. Namun, Presiden Cleveland Fed, Beth Hammack, menyatakan bahwa Fed mungkin perlu meningkatkan suku bunga jika tekanan inflasi terus meningkat. Data penggajian non-pertanian AS (ADP) yang akan dirilis Jumat akan menjadi penentu kenaikan atau penurunan arah kebijakan moneter The Fed.

Daya Tarik Emas Meningkat?
Meski emas dianggap sebagai aset lindung nilai, daya tariknya sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) cenderung meredup ketika suku bunga tinggi. Pergerakan harga minyak dan dolar AS terus memengaruhi tren pasar emas, dengan arah pergerakan saat ini sangat bergantung pada dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Perkembangan Utama
Sementara konsensus pasar masih menunggu sinyal baru dari konflik antarbangsa, harga emas tetap terpengaruh oleh perubahan harga energi dan kebijakan moneter. Tekanan inflasi yang terus meningkat berpotensi memperkuat dolar AS dan mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi.

Artikel Terkait

0