beritalokal.my.id, Jakarta – Ulasan tentang biaya langganan Instagram Plus, Facebook Plus, dan WhatsApp Plus menjadi yang terpopuler di kanal Tekno beritalokal.my.id, Senin (1/5/2026) kemarin.
Berita lain yang juga populer datang dari Indonesia yang akhirnya memiliki identitas digital mandiri untuk ekosistem AI melalui peluncuran domain .ai.id.
Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno beritalokal.my.id berikut ini.
1. Ini Biaya Langganan Instagram Plus, Facebook Plus, dan WhatsApp Plus
Era media sosial gratis yang sepenuhnya tanpa batas tampaknya mulai bergeser. Meta resmi meluncurkan paket langganan global terbaru yang diberi nama Facebook Plus, Instagram Plus, dan WhatsApp Plus.
Melalui langkah ini, pengguna kini harus merogoh kocek bulanan jika ingin menikmati sederet fitur premium eksklusif yang selama ini tidak tersedia di versi standar.
Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan, paket langganan Facebook Plus dan Instagram Plus dibanderol dengan harga USD 3.99 (sekitar Rp 71.000) per bulan.
Sementara itu, bagi pengguna yang ingin meningkatkan pengalaman bertukar pesan melalui WhatsApp Plus, biaya langganan dipatok sedikit lebih murah, yakni USD 2.99 (sekitar Rp 53.000) per bulan.
Mengutip laman GSMArena, Senin (1/6/2026), Meta menegaskan bahwa kehadiran lini “Plus” ini berstatus sebagai pelengkap fitur yang sudah ada.
Artinya, layanan baru ini akan berjalan berdampingan dan tidak akan menggantikan program centang biru berbayar, Meta Verified, yang sudah meluncur sebelumnya.
Baca selengkapnya di sini
2. Pertama di Dunia, Indonesia Punya Domain Khusus untuk Ekosistem AI
PerbesarIlustrasi AI. Credit: Jackson Sophat/Unsplash
Indonesia akhirnya memiliki identitas digital mandiri untuk ekosistem kecerdasan artifisial (AI) melalui peluncuran domain tingkat kedua .ai.id.
Langkah strategis ini sekaligus mengakhiri ketergantungan para pelaku teknologi Tanah Air yang selama ini “menumpang” pada domain .ai, yang mana secara teknis merupakan kode negara milik Anguilla, sebuah wilayah kepulauan kecil di Karibia.
Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) mengklaim bahwa domain berbasis kode negara (country code top-level domain/ccTLD) ini merupakan pertama di dunia yang dirancang khusus sebagai identitas digital ekosistem AI suatu negara.
Kehadiran domain khusus ini diproyeksikan mampu memperkuat kedaulatan digital nasional secara signifikan.
“Kami ingin setiap startup, peneliti, dan pelaku AI Indonesia memiliki ruang yang mencerminkan kebanggaan dan kompetensi bangsa di bidang kecerdasan buatan,” ujar Ketua Umum KORIKA, Hammam Riza, sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (1/6/2026).
Selama ini, dominasi penggunaan domain generic .ai milik Anguilla oleh korporasi lokal dinilai menciptakan paradoks identitas. Padahal, potensi pasar dan adopsi AI di dalam negeri tumbuh sangat masif.
Baca selengkapnya di sini
3. Samsung Galaxy Z Fold8 bakal Jawab Keluhan Lama HP Lipat?
PerbesarThe Samsung Galaxy Z Fold 8 comes with a thinner design, Snapdragon 8 Gen 4 performance, and a 200MP camera.
Samsung Galaxy Z Fold8 kembali ramai jadi bahan perbincangan. Salah satunya adalah tentang keluhan terbesar pengguna ponsel lipat, yaitu bekas lipatan atau crease di bagian tengah layar.
Sebelumnya, Galaxy Z Fold8 sempat disebut akan membawa layar lipat bebas crease atau bekas lipatan sebelum Apple merilis iPhone lipat pertamanya.
Namun. bocoran terbaru dari tipster Ice Universe sempat membuat fans Samsung bertanya-tanya. Ia sebelumnya menyebut, bekas lipatan pada seri Galaxy Z Fold8 tidak akan mengalami perubahan besar.
Pernyataan itu kemudian ia klarifikasi. Mengutip unggahan Ice Univers di X (dulunya Twitter), Senin (1/6/2026), ia menyebut bekas lipatan Galaxy Z Fold8 akan sebagus Oppo Find N6.
Pernyataan ini menarik, karena HP Find N6 selama ini kerap dipuji berkat tampilan layarnya nyaris bebas dari bekas lipatan.
