Meta Kembangkan Liontin AI dan 4 Model Smart Glasses Baru

BeritaLokal, Jakarta – Meta, perusahaan teknologi ternama asal Amerika Serikat, kini tengah memperkuat strategi dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke berbagai perangkat wearable. Perusahaan ini dilaporkan sedang menyiapkan liontin AI dan merencanakan pengembangan hingga empat model smart glasses sebelum akhir tahun 2026. Langkah ini diusulkan sebagai bagian dari visi Meta untuk memperluas akses AI ke aktivitas harian pengguna.

Selain itu, Meta juga terus mengembangkan layanan berlangganan untuk menarik lebih banyak pelanggan. Dalam memo internal yang dipublikasikan oleh The Information, VP Wearables Meta Alex Himel menyatakan bahwa perusahaan ingin mendorong pengguna membeli layanan berlangganan, termasuk aplikasi konsumen, AI, dan bisnis. Layanan ini terintegrasi dalam platform “Meta One,” yang menggabungkan fitur premium dari WhatsApp Plus, Instagram Plus, dan Facebook Plus.

Rumornya, Meta akan rilis model smart glasses dengan nama “Modelo” pada Juni 2026, lalu “Luna” dan “RBM2 Refresh” pada musim gugur. Model lain seperti “Mojito VIP” akan diluncurkan Desember 2026. Perangkat ini dirancang untuk membantu pengguna mencari transkrip, ringkasan, atau database percakapan secara real-time. Sementara itu, Meta juga tengah menguji perangkat AI lain seperti “Artemis” dan “SSG” yang menjanjikan kemampuan pengenalan lingkungan dan pemrosesan suara.

Di sisi lain, Meta memperkenalkan paket berlangganan baru untuk tiga aplikasi utamanya: WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Layanan premium seperti WhatsApp Plus (USD 2,99/bulan) dan Instagram Plus (USD 3,99/bulan) tersedia di AS, sementara versi Indonesia belum diverifikasi. Fitur berbayar termasuk fitur khusus seperti Statistics Stories, Spotlight Stories, dan Multi-adience Stories yang diperkenalkan dalam pengujian fase awal.

Visi Meta untuk wearable AI dinilai mungkin mengubah arah industri teknologi digital. Namun, tantangan terbesarnya adalah menyeimbangkan keuntungan ekonomi dengan pertanggungjawaban privasi dan keamanan data. Perusahaan harus merespons isu-isu seperti kenyamanan pengguna, aksesibilitas, serta konflik antara pihak ketiga dalam mengelola teknologi AI.

BeritaLokal, Jakarta, Meta terus mengejar inovasi teknologi wearable untuk memperkuat ekosistem digitalnya. Dengan kombinasi perangkat AI dan layanan berlangganan, perusahaan ini berupaya menciptakan pengalaman digital yang lebih personal dan berkelanjutan.

Artikel Terkait

0