Meta Kembangkan Liontin AI dan 4 Model Smart Glasses Baru

beritalokal.my.id, Jakarta – Meta dilaporkan sedang menyiapkan liontin kecerdasan buatan (AI) dan berencana merilis hingga empat model kacamata pintar sebelum akhir tahun 2026 ini.

Mengutip The Information, Senin (1/6/2026), perusahaan induk Facebook dan Instagram itu akan mulai menguji perangkat berbentuk pendant tersebut dalam 12 bulan ke depan sebagai bagian dari strategi membawa AI lebih dekat ke aktivitas harian pengguna.

Rencana Meta ini sangat masuk akal setelah resmi membeli Limitless pada 2025. Adapun Limitless dikenal sebagai pembuat perangkat AI bernama Pendant, sebuah mikrofon Bluetooth clip-on mampu merekam percakapan dan suara di sekitar pengguna.

Perangkat tersebut dirancang untuk membantu pengguna membuat transkrip, ringkasan, hingga database percakapan yang bisa dicari kembali.

Meta tampaknya ingin membawa AI keluar dari layar ponsel dan masuk ke perangkat yang menempel langsung di tubuh pengguna. 

Saat proses akusisi diumumkan, CEO Limitless Dan Siroker menyebut, Meta punya visi baru untuk membawa personal superintelligence ke semua orang.

Menurutnya, wearable berbasis AI bisa menjadi salah satu bagian penting dari visi tersebut.

Meta sendiri belum mengonfirmasi laporan wearable terbaru ini. Akan tetapi, arah pengembangan perusahaan belakangan ini memang menunjukkan fokus pada perangkat AI. Ditambah, Reality Labs hingga saat ini masih menanggung kerugian besar.

Selain itu, Meta juga kabarnya sedang bersiap untuk ekspansi besar-besaran lini kacamata AI mereka. Perusahaan disebut ingin merilis hingga empat model smart glasses baru sebelum akhir tahun.

Salah satu model baru tersebut rumornya menggunakan nama sandi “Modelo”, dan diyakini bakal debut paling cepat pada Juni tahun ini. Setelah itu, Meta juga menyiapkan “Luna” dan “RBM2 Refresh” pada musim gugur.

Banyak pihak meyakini, nama sandi “RBM2 Refresh”dengan model baru dari Ray-Ban Meta.

Model lain bernama “Mojito VIP” dilaporkan masuk jadwal rilis Desember. Meta juga disebut sedang menguji beberapa perangkat lain untuk masa depan, termasuk “Artemis” dan “SSG” atau supersensing glasses.

 

Meta Siapkan Ragam Layanan untuk Wearable AI

Untuk menopang ekosistem wearable AI tersebut, perusahaan juga akan memperkenalkan model AI. Laporan sama menyebutkan, Meta sedang mengambangkan agen AI konsumen bernama Hatch.

Belum diketahui seperti apa cara kerja Hatch, namun rumor beredar agen AI ini akan terhubung dengan strategi berlanggan baru milik raksasa media sosial tersebut.

Meta juga disebut menyiapkan layanan bisnis bernama “Wearables for Work”. Layanan ini akan menyasar pelanggan komersial yang ingin memakai perangkat wearable AI untuk kebutuhan kerja.

Dalam memo internal yang dikutip The Information, VP Wearables Meta Alex Himel disebut menulis bahwa perusahaan ingin mendorong lebih banyak orang memakai model AI Meta dan membuat mereka membayar layanan berlangganan.

Bagi Meta, perangkat seperti liontin AI dan smart glasses bisa menjadi pintu baru untuk membawa AI ke kehidupan sehari-hari pengguna. Tantangannya tidak kecil. Perangkat yang bisa merekam percakapan sepanjang hari pasti akan memunculkan pertanyaan soal privasi, keamanan data, dan batas kenyamanan pengguna. 

Meta Rilis Paket Berlangganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp

Di sisi lain, Meta akhirnya mulai memperkenalkan paket berlangganan baru untuk tiga aplikasi andalan mereka, yakni WhatsApp, Instagram, dan Facebook. 

Per hari ini, pengguna WhatsApp, Instagram, dan Facebook resmi hadir dalam versi “Plus”, paket premium hadir dengan sejumlah fitur eksklusif untuk pengguna berbayar.

Layanan WhatsApp Plus, Instagram Plus, dan Facebook Plus tergabung dalam ekosistem baru bernama Meta One, sebuah platform uji coba Meta untuk berbagai model berlangganan, termasuk aplikasi konsumen, layanan AI, hingga akun kreator dan bisnis.

Mengutip Engadget, Kamis (28/5/2026), Meta membanderol Instagram Plus dan Facebook Plus masing-masing di angka USD 3,99 per bulan (sekitar Rp 65.000).

Sementara itu, WhatsApp Plus sedikit lebih murah di USD 2,99 per bulan (sekitar Rp 49.000). Perlu diingat, layanan berbayar ini baru hanya tersedia untuk pasar Amerika Serikat (AS), dan belum ada konfirmasi resmi soal ketersediaan di Indonesia.

Bagi pengguna yang berlangganan Instagram Plus, raksasa teknologi tersebut memberikan akses ke sejumlah fitur yang selama ini abses dari versi standar.

Beberapa di antaranya ada Statistics Stories, di mana pengguna IG bisa melihat siapa saja yang menonton ulang konten dan menelusuri daftar penonton secara detail.

Ada juga Spotlight Stories, Super Heart, Stealth view, Multi-adience Stories, dan masih banyak lagi. Lalu bagaimana dengan Facebook Plus?

Fitur Berbayar di Instagram Plus

Paket berlangganan ini menawarkan fitur serupa dengan Instagram, sedangkan WhatsApp Plus fokus pada personalisasi, mulai dari tema aplikasi, nada dering eksklusif, stiker tambahan, lebih banyak chat yang bisa disematkan, serta berbagai opsi kustomisasi lainnya. 

Sebelumnya, sejumlah tangkapan layar (screenshot) dari fase pengujian Instagram Plus sudah beredar di internet sejak akhir Maret lalu. Dalam tangkapan layar itu, terlihat antarmuka dengan fitur-fitur yang kini resmi diluncurkan.

Seperti perusahaan teknologi dan pengembang aplikasi lainnya, Meta memang terbiasa untuk melakukan soft testing terbatas sebelum merilis fitur besar aplikasi mereka secara global.

Meta juga tengah mengujicoba paket langganan baru untuk akun bisnis dan kreator, termasuk kemungkinan perombakan sistem Meta Verified yang selama ini menjadi jalur verifikasi berbayar.

Langkah Meta ini mencerminkan tren kian kuat di industri media sosial: platform besar tidak lagi mengandalkan iklan sebagai satu-satunya sumber pendapatan. 

Ambil contoh X (dulunya Twitter), Snapchat, dan YouTube sudah lebih dulu menjajal model paket berlangganan serupa dengan hasil menjanjikan untuk membuat Meta ikut terjun.

Akan tetapi, kini yang menjadi prtanyaannya sekarang adalah apakah pengguna bersedia membayar untuk fitur-fitur yang selama ini mereka terima secara cuma-cuma? 



error: Content is protected !!