The Fed: Stablecoin Bakal Memperluas Jangkauan Kebijakan Amerika Serikat

BeritaLokal, Jakarta – Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve (the Fed), Christopher Waller, mengungkapkan bahwa pengembangan stablecoin di seluruh dunia dapat memperkuat peran kebijakan bank sentral AS. Menurut Waller, negara-negara yang adopsi stablecoin sebenarnya seperti sistem nilai tukar tetap, sehingga memungkinkan pemerintah AS untuk mengimpor biaya moneter di daerah yang lebih banyak menggunakan mata uang digital tersebut.

Pernyataan Waller disampaikan dalam sebuah acara di Dubrovnik, Kroasia, pada 31 Mei 2026, menambahkan bahwa stablecoin memperluas jangkauan kebijakan moneter AS, terutama bagi negara yang mengandalkan penggunaan stablecoin sebagai alat pembayaran. Waller juga menyebutkan bahwa pendukung stablecoin di masa lalu, seperti pada pidato Februari 2025, menekankan potensi stabilisasi status dolar AS sebagai mata uang cadangan global, meskipun perlu regulasi yang jelas.

Kritik Waller terhadap CBDC (Digital Central Bank Currency) muncul dalam pembicaraan tentang kebijakan bank sentral. Ia menilai bahwa tidak ada “solusi yang mencari masalah” untuk memperbaiki sistem moneter digital, dan mengkritik usulan CBDC sebagai solusi yang kurang tepat. Waller juga menyatakan bahwa sebagian besar bank sentral utama di dunia telah berhenti mendorong CBDC karena tidak menemukan alasan untuk hal itu.

Sementara itu, Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia, meluncurkan token kripto yang merepresentasikan Georgia dalam kerja sama dengan pemerintah Georgia. Hal ini dilakukan pada 25 Mei 2026, menandai langkah baru dalam pengembangan fintech negara tersebut. Token baru, dinamai GELT, diungkapkan sebagai “representasi digital dari Georgia” dan ditujukan untuk mendukung perdagangan lintas batas, pengembangan teknologi keuangan, serta pembayaran digital.

Pemerintah Georgia, yang memiliki 3,7 juta penduduk, telah menarik perhatian dunia karena posisinya sebagai penambang mata uang kripto teratas di dunia. Tether mengklaim bahwa peluncuran token ini adalah hasil dari aturan stablecoin Bank Nasional Georgia, yang memperkuat ekonomi digital negara tersebut. Namun, pemerintah Georgia belum memberikan komentar resmi tentang peran mereka dalam proyek ini.

Kepala Bank Sentral Georgia, Natia Turnava, dan anggota parlemen Vakhtang Turnava mengatakan dukungan terhadap inisiatif Tether dalam sebuah pernyataan, tetapi tidak menyebut langsung token GELT. Juru bicara pemerintah memilih tidak menjawab pertanyaan tertulis tentang keterlibatan pemerintah dalam stablecoin tersebut.

Dalam artikel ini, fokus utamanya adalah pada dinamika kebijakan moneter global dan inisiatif teknologi finansial di Georgia. Pemrosesan informasi terus berlanjut, dengan penekanan pada potensi stabilitas ekonomi dan peran mata uang digital dalam mempercepat transformasi keuangan.

Daftar Isi

  • Tether Gandeng Georgia Meluncurkan Stablecoin

  • Token baru Tether, GELT, ditujukan sebagai “representasi digital dari Georgia” dan diharapkan mendukung perdagangan lintas batas serta inovasi keuangan.

  • Tujuan Stablecoin di Georgia

  • GELT dirancang untuk memperkuat ekonomi digital Georgia, termasuk pengembangan fintech dan pembayaran digital. Negara tersebut merupakan salah satu penambang mata uang kripto teratas di dunia.

Artikel Terkait

0