Erajaya Siapkan Rp 100 Miliar untuk Buyback Saham

beritalokal.my.id, Jakarta – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) akan membeli kembali atau buyback saham maksimal Rp 100 miliar. Buyback saham akan dilakukan pada 2 Juni 2026-2 September 2026.

Perseroan melakukan buyback saham ini dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13 Tahun 2023 tentang kebijakan dalam menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal pada kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan (POJK 13 Tahun 2023) dan Surat Edaran OJK Nomor S-10/D,04/2026 tentang Kebijakan Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan.

Jumlah buyback saham itu maksimal 797.500.000 atau mewakili sebesar-besarnya 5%. Sesuai dengan POJK 13/2023, jumlah saham yang akan dilakukan, pembelian kembali saham tidak akan melebihi 20% dari modal disetor perseroan. Perseroan akan memakai kas internal untuk buyback saham.

“Pelaksanaan transaksi pembelian kembali saham akan dilaksanakan melalui Bursa Efek Indonesia,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyebutkan aksi buyback saham ini tidak mempengaruhi kondisi keuangan perseroan. Hal ini mengingat perseroan memiliki modal dan cash flow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan.

Adapun perseroan telah menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Ciptadana Sekuritas Asia untuk buyback saham selama tiga bulan.

Pada penutupan perdaganagn saham Jumat, 29 Mei 2026, harga saham ERAA melemah 0,53% menjadi Rp 374 per saham. Harga saham ERAA dibuka stagnan di Rp 376 per saham. Harga saham ERAA berada di level tertinggi Rp 380 dan terendah Rp 372 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.290 kali dengan volume perdagangan saham 165.979 saham. Nilai transaksi Rp 6,2 miliar.

Erajaya Tambah Modal ke Anak Usaha, Segini Nilainya

PerbesarPekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyetorkan modal kepada sejumlah anak usaha perseroan sekitar Rp 369,78 miliar. Suntikan modal perseroan kepada anak usaha akan dipakai sebagai modal kerja.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (27/12/2025), pertama, PT Erajaya Swasembada Tbk mengambil alih 187.500 saham baru PT Era Sukses Abadi (ESA) yang merupakan anak usaha perseroan dengan nilai nominal Rp 1 juta. Nilai transaksi mencapai Rp 187,50 miliar.  Penyetoran tambahan modal ini dipakai sebagai modal kerja ESA.

Dengan demikian, peningkatan modal ditempatkan dan disetor ESA dari Rp 476 miliar menjadi Rp 663,50 miliar. Adapun peningkatan modal dasar ESA dari Rp 500 miliar menjadi Rp 663,50 miliar.

Kedua, perseroan menyerap 174.275 saham baru PT Era Boga Nusantara (EBN) dengan nilai nominal Rp 1 juta. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp 174,27 miliar.Peningkatan modal ditempatkan dan disetor EBN dari Rp 335,90 miliar menjadi Rp 510,17 miliar. Adapun peningkatan modal dasar EBN dari Rp 500 miliar menjadi Rp 750 miliar.

Ketiga, anak usaha perseroan PT Era Boga Nusantara (EBN) menyerap 170.000 saham PT Era Boga Pretzel (EBPRETZ) dengan nilai nominal R p 8,5 miliar. Transaksi afiliasi antara EBN dan EBPRETZ ini untuk mempertahankan kepemilikan perseroan melalui EBN pada EBPRETZ.

Adapun penambahan dan pengambilalihan saham baru tersebut oleh Perseroan pada ESA. EBN dan EBPRETZ merupakan transaksi afiliasi yang wajib dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Erajaya Tambah Modal ke Anak Usaha F&B

PerbesarPejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melalui entitas anaknya, PT Era Boga Nusantara (EBN), melakukan penyetoran tambahan modal sebesar Rp10,5 miliar ke PT Era Boga Patiserindo (EBP) sebagai bagian dari transaksi afiliasi. Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan kepemilikan saham mayoritas di EBP.

EBP merupakan salah satu Perusahaan Terafiliasi Erajaya Swasembada dengan kepemilikan tidak langsung melalui EBN sebanyak 70% sahamnya dimiliki oleh Perseroan.

Transaksi ini melibatkan penyetoran 10.500 lembar saham baru kategori saham biasa, masing-masing dengan nilai nominal Rp1 juta, oleh EBN. Dana transaksi bersumber dari kas internal EBN.

“Transaksi ini merupakan penyertaan modal tambahan dalam rangka mempertahankan kepemilikan Perseroan melalui EBN pada EBP,” tulis manajemen Erajaya, dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia

 Setelah transaksi ini, modal ditempatkan dan disetor EBP meningkat dari Rp116 miliar menjadi Rp131 miliar. Komposisi kepemilikan saham EBP tetap sama, dengan EBN menguasai 70% dan Paris Baguette Singapore Pte. Ltd. sebesar 30%.

PT Era Boga Patiserindo merupakan perusahaan afiliasi Erajaya yang bergerak di bidang restoran dan kafe roti dengan merek Paris Baguette. Sementara itu, EBN adalah entitas anak Erajaya yang sahamnya dimiliki sebesar 99,9997% dan menjalankan bisnis di sektor kedai makanan, minuman, dan ritel produk makanan serta tembakau.

Manajemen menyatakan bahwa transaksi ini tidak berdampak material terhadap operasional, aspek hukum, maupun kondisi keuangan Perseroan. “Transaksi dilakukan semata-mata untuk mempertahankan kepemilikan Perseroan di EBP,” jelas manajemen.

Sesuai ketentuan POJK No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, serta peraturan Bursa Efek Indonesia, transaksi ini wajib dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 



error: Content is protected !!