BeritaLokal, Jakarta – Jay Idzes Fokus Pramusim Bareng Sassuolo, Tak Masuk Timnas Indonesia untuk AFF 2026, keterangan itu langsung menyuarakan dilema bagi Garuda yang akan menghadapi kompetisi Asia Tenggara paling penting setahun mendatang.
Pada hari Kamis, 27 Maret 2026, Sassuolo News, outlet sepak‑bola Italia, memberi kabar bahwa bek menegur belum akan memulai turnamennya. Sejak kedatangannya pada musim panas tahun lalu, Idzes, 26 tahun, telah menorehkan 35 penampilan sebagai starter di Serie A, membantu klub yang baru saja naik ke peringkat ke‑11 klasemen akhir musim pertama. Di bawah pelatih Alberto Aquilani, ia kini fokus menjalani pramusim Sassuolo untuk siaran 2026/2027, sebuah keputusan yang menimbulkan pertanyaan besar bagi jurnalis di Tanah Air mengenai partisipasinya di Piala AFF 2026.
Pramusim Sassuolo dimulai pada awal April, dengan latihan intensif di Spluga di Italia dan serangkaian laga uji coba melawan tim-tim Serie B. Idzes, di bawah pengawasan Aquilani, berlatih menonjolkan kesatuan balapan lini belakang serta kecepatan pasang-pergi, yang diharapkan memperkuat skuad Sardinia. Keputusan ini memotong kesempatan Idzes menguji karier internasional di tengah persiapan Indonesia, yang justru meneguhkan rentang latihan nasional di Bali mulai 5 Juli, dua hari sebelum laga pembuka.
Konsekuensi langsung bagi seleksi John Herdman terlihat jelas: tanpa kapten sekaligus bek utama, Garuda kini harus merakit skuad alternatif tanpa pengaruh Idzes di fase awal. Herdman, mantan pelatih Garuda yang kini berada di danau biru Canada, akan menyesuaikan strategi depannya, memanfaatkan pemain-pemain yang familiar dengan Taktik “value for money” yang khas di Selatan Asia. On‑the‑spot test yang menunggu Parakutika di Stadion Pakansari pada 27 Juli harus dihadapi tanpa tongkat perak berikutnya, menambah ketidakpastian bagi seleksi para pemain makin muda.
Sementara itu, agendav liga AFF 2026 merinci Grup A yang secara tradisi dianggap “A-team” di Asia Tenggara: Vietnam, Kamboja, Singapura, Timor Leste dan Indonesia. Turnamen berlangsung 24 Juli-26 Agustus 2026, di mana penyesuaian skuad Indonesia menjadi krusial. “Indonesia akan menghadapi Vietnam pada pertemuan awal, namun kepemilikan Idzes akan terbelakang karena prioritasnya tetap di Eropa,” ujar media Italia. Jadi, setiap pemain lain harus menunjukkan semenjak berlanjut hingga pelatihan selanjutnya.
Di sisi lain, cerita Idzes tak berhenti di sini. Sebagai bek tengah yang menempuh jalan menanjak, ia kini menunggu jeda internasional di tahun berikutnya, September-Oktober 2026. Akuosij dengan kesempatan mengejar target himpunan orangtuannya, ia menargetkan untuk mempertahankan performa keras di Serie A agar kembali membara di bawah panggung dunia. Giri, diingatkan pelatih Aquilani, Idzes “selalu sulit menyesuaikan jadwal di luar kalender FIFA”, seolah ia menghadapi dua dunia: satu di Eropa, satu di Asia.
Peninggalan Idzes di Indonesia berbayar, selain keahliannya di lini belakang, dengan selamat kepada Beckham Putra setelah mencetak gol kepada Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, menyumbillkan eksistensi berbasis sukses. Ia memanjakan pengaruh positif atas para pemain muda dan menkoordinasi semangat juang yang menjadi disihi kalau idletion. Ini menunjukkan bahwa meski tidak hadir, Idzesnya tetap memikirkan progress keterampilan dan semangat permainan.
Ketika Garuda menyusun strategi di lapangan, kredibility Idzes menjadi intinya, menambah nilai khusus bagi era baru yang menantang perjalanan sepak bola Indonesia. Ketiadaan kubang yang penuh cemerlang, garap strategic, menghidupkan penentuan zona pada setiap pemain sebagai pendukungnya. Jadi, dua kemungkinan utama terhasil: “dogra” terpaksa menyiapkan aliran lawan yang berlomba dibandingkan dengan kohos di dalam jaring.
Konteks global memperlihatkan betapa Sartasy Timur berkurang ketika musim dataran jiun dulu berada di Italia. Idzes bukan saja secara kebijakan, tapi juga kualitatif. Ketika Galanya mengejar massa, di sisi lain, pengaruh di kota berskala besar atau BMI menyesuaikan jumlah ulasan mendapat kalimat. Memasuki musim lalu di time sheet, Idzes berjanji tidak pernah gangguan. Dan di Indonesia, kalimat tersebut berharga bagi para gantung batem, dapat dijadikan pelajaran betapa pemain dapat dipertahankan memakan porsi pengaturan kemenangan.
Dengan penjelasan ini, kita berhenti pada ilmu yang memberi gambaran tentang semua hal penting yang tumbuh bersemi dari prakarsa situasi Idzes. Berkarakter informatif, cerita ini menyoroti sumpah dan tantangan yang menjepit tinjau.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Kalahkan Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
28 Juli 2026
Timnas Indonesia Kukuh, Genggam Kemenangan 5-1 atas Kamboja
28 Juli 2026
Mitchell Baker Debut Hattrick, Marc Klok Terpuji
28 Juli 2026
Mitchell Baker Debut Hebat Bawa Garuda Poin Lengkap di AFF
28 Juli 2026
Timnas Indonesia Dominas Kamboja 5-1, Baker Meraih Hattrick
28 Juli 2026
Timnas Indonesia Bekuk Kamboja Di AFF 2026, Gol Hebat
27 Juli 2026
Mitchell Baker Hattrick, Indonesia 5-1 vs Cambodia
27 Juli 2026
Thom Haye Rekan Meriahkan Piala AFF dengan 3 Assist
27 Juli 2026
Memuat komentar...