BeritaLokal, Jakarta – Awi Suryadi Garap Perumahan Laddaland, Ungkap Perbedaan dengan Film Horornya yang Lain, mempersembahkan kolaborasi kembar dengan penulis skenario Lele Laila dalam adaptasi film horor Thailand yang kini ditayangkan di layar lebar Indonesia.
Awi Suryadi, yang dikenal memandu film‑film horor seperti Danur, KKN di Desa Penari, dan Pabrik Gula, tampil bersama Lele Laila untuk membawakan Perumahan Laddaland yang berangkat dari naskah asal-Film horor Thailand Laddaland. Akankah dua sosok kreator menghasilkan karya yang mengguncang kesadaran penonton Indonesia? Itu akan terjawab pada preminya yang dijadwalkan 13 Agustus 2026.
Pada hari Senin 13 Juli 2026, para juru panggung film‑horor bertemu di Jalan Binangkal, Jakarta Selatan. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di lantai atas salah satu gedung perkantoran, Awi menyapa perhatian media dan penggemar dengan nada ringan, “Sebenarnya saya rajin bikin movement kamera supaya enggak ngantuk.” Pernyataan ini menjadi sorotan saat ia menjelaskan gaya sinematik unik yang akan menerapkan gerakan kamera melingkar mengelilingi ruang‑ruang gelap Laddaland, sekaligus menambah ketegangan.
Unsur Unik Tanpa Religi
Awi menegaskan, “Mungkin yang membedakan film horror saya dengan film horror saya yang lainnya adalah ini film horror saya yang paling sedih.” Perbedaan ini meliputi penghilangan unsur religi yang seringkali menyisipkan kepercayaan lokal dalam film horor Indonesia, sebuah keputusan yang menurutnya lebih tepat mengingat cerita Laddaland tidak memerlukan narasi religius. Lele Laila pula menambahkan: “Di Laddaland memang kita mencoba hal baru. Karena buat aku pastikan market ada moving‑nya gitu, ‘Oh terlalu banyak unsur religi, dll.’ Tapi bukan cuma karena itu, keputusan itu juga karena tidak tepat aja sama ceritanya untuk menambahkan unsur‑unsur itu. Jadi ngapain juga nambahin unsur‑unsur yang ga perlu.”
Plot & Karakter Keluarga
Plot Perumahan Laddaland menggepok perasaan sosial dengan mengikuti Tomy, seorang ayah yang ingin memberikan kehidupan nyaman bagi suami dan anak-anaknya. Ia memutuskan membeli rumah di kawasan eksklusif bernama Laddaland, sebuah pembangunan hunian yang tampak megah namun secara inheren penuh dengan rintangan. Setelah keluarga memasukinya, kejadian aneh mulai menggalur, mulai dari bayang‑bayang yang muncul di pasar malam senyap, hingga siraman kabut eksotis di belakang keliling. Situasi ini berujung pada ancaman kejahatan yang kini menjadi konsekuensi bagi keluarga yang berusaha melindungi diri.
Tokoh Tomy menyadari bahwa keterbatasan bukan hanya soal fisik; ia harus saling melindungi dibandingkan mengizinkan kekuatan gelap mengusik kesenangan mereka. Drama ini di sinar lampu penuh ketegangan lampau; jalur pengembangan karakter dan intriganya mengacu erat pada pola cerita horror Indonesia sementara menyisipkan sensasi asing yang segar.
Film ini akan dibuka di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 13 Agustus 2026, menyuguhkan pengalaman sinematik yang akan menantang pola pikir penonton. Awi Suryadi tidak hanya memasukkan strategi visual khasnya tetapi juga memanfaatkan jaringan pengalaman kerja di sepanjang industri film, seperti peranannya di Danur, KKN di Desa Penari, serta Pabrik Gula. Adaptasi ini menjadi langkah daring bagi pecinta horor Indonesia untuk mengenal kembali cerita yang pertamanya berakar di budaya Thailand.
Dari perspektif industri film, keputusasaan yang dibawa oleh Perumahan Laddaland menjadi indikator bahwa generasi baru penggemar horor memerlukan aliran cerita yang lebih menyeluruh, mengombinasikan unsur kejiwaan dengan realisme sosial. Kolaborasi antara Awi dan Lele memperlihatkan sinergi yang sukses dalam sebelum segala perubahan viral, dengan menyoroti bahwa cerita bukan semata memahami temuan ruang dan potensi dieksekusi melalui sinematografi yang memukau. Pengembangan barampu ini memberi tempat yang signifikan bagi pembuat film Indonesia dalam memperluas cakrawala genre horor global sekaligus mengekrafan kreatifitas dalam rangka menjawab dinamika pasar.
Artikel Terkait
Keisha Alvaro Brilian di Film Horor Sihir Tanah Kubur
18 Juli 2026
Suanggi Film Horor Papua Hadirkan Mitos dan Budaya Timur
16 Juli 2026
Hantu Rahma Menjadi Top 3 Kini Terkeren Film Cerita Lila
16 Juli 2026
Fadly Faisal di Film Paket Santet, Ungkap Pandangan Mistis
16 Juli 2026
Richa Iskak Nangis di Gala Premiere Film Lastri
15 Juli 2026
Sutradara Larang Pemain Nonton Film Horor Barunya
15 Juli 2026
Lee Min Ho & Yoo Hae Jin Bintangi Film The Assassins yang Mengungkap Misteri Penembakan 1974
14 Juli 2026
Fiki Naki Debut di Paket Santet, Keterlibatan dengan Yasamin Jasem
13 Juli 2026
Memuat komentar...