BeritaLokal, Jakarta – Totalitas Assila Corina di Film Sajen Satu Suro, Ikut Kuliah Online dengan Makeup Hantu menjadi sorotan publik setelah deviasi tak terduga antara dunia perfilman dan akademik. Di ruang ganti set pengambilan gambar yang beradu kilang‑kilang lampu dan bayang‑bayang, Assila, yang memegang peran utama Sumarni, memulai transformasi wajahnya dengan prostetik panjang yang menghabiskan waktu kira‑kira satu hingga tiga jam setiap hari. Sementara itu, di ruang belajar virtualnya, ia tetap mengisi kuliahnya sambil berkuasa atas kostum menakutkan tersebut.
Pukau asrama syuting dimulai di Jakarta Selatan pada 14 Juli 2026, tepatnya di Studio Epicentrum. Sutradara Gatot Subroto bertugas menyita setiap rona emosional karakter Sumarni, yang menghadapi perubahan drastis dari korban jadul menjadi keberadaan berhantu yang sia-sia. Assila menjelaskan, “Proses makeup tidak sekadar keindahan; ia adalah konstruksi visual untuk memicu rasa takut pada penonton.” Garis waktu sehat: 90 menit sebelum adegan beraksi, ia melewati tahap makeup lengkap, kemudian mengalih ke peran fisik di kamera.
Saat narasi film memuncak, Assila mendeskripsikan peranannya yang menuntut ketahanan mental tinggi. Dia harus mengamati setiap pergerakan tubuhnya, menyesuaikan ekspresi dengan sinyal sutradara, dan sekaligus menelamin logika karakternya. Begitu ditutup proses set, dia beralih langsung ke laptop. “Dosen bersikap marek, jadi saya bisa menyalakan kamera saja,” ujarnya temaram. Dalam sesi video conference, lampu kantor kecil dipadukan dengan sorotan lampu studio, seolah, dua dunia bersatu.
Aulia Deas Memadukan Ilmu dan Akting
Di sisi lain, Aulia Deas, yang memerankan karakter Arum, mengandalkan latar belakang ilmu sosial dan antropologi. Ia menyatakan bahwa memahami masyarakat lokal mempermudah menghidupkan karakter tersebut. Aulia menulis, “Penggunaan teori kepercayaan masyarakat terpaut aerosol ringan. Saya tak hanya terlibat aktor, tapi mahasiswa peneliti.” Ia akhirnya mencampuradukkan kembali pola pikir akademisnya dengan skrip yang ketat, melekatkan faktor kebudayaan ke dalam aksi.
Kesan tentang karakter Sumarni tidak terlepas dari peran Saranah, seorang aktor veteran yang menyarankan dengan tidak kaku. Kedua wanita, melalui proses intens, memadu makeup dan studi untuk memerankan nona berhantu dengan kedalaman emosional. Mereka mengerjakan jarak media jarak, memformulasikan tawa saya yang tak mampu didengar, dalam rangka mengekang racun didalam kulit.
Film Sajen Satu Suro
Film ini menceritakan perjalanan Tania bersama tiga temannya mengunjungi Desa Maduabang untuk mengembalikan keris keramat. Silaris dikasih takdiri dalam satu suro, sehingga menghidupkan hantu Andong Pengantin, Sumarni. Di panggung desa, ancaman telah siap mencapai sisa, menakluk pesan maksud siji jhare bersará. Hadirnya hierarki masyarakat asli, skeptis dan ketakutan, keluar sebagai memetak strategi antagonis tumandaga. Aysa, identified as interhid made to catch drama ‘sisi’, disimpan dalam fruktur.
Aktor lain demi menambah warna: Aisyah Aqila, Cinta Brian, Frislly Herlind, Munggaran Meldrat, Clift Sangra, Yurike Prastika, dan Harris Syaus. Semua berhasil melaksanakan script dan pertunjukan dengan tantangan tiap tapak rasa. Tim produksi, Rumah Produksi PIM Picture, mengatur set scene dan reksus, tiba-tiba disarikan dan menempatkan halteritas. Host, Guntur, man, memegang loop.
Film akan mereda di layar teater setiap bioskop pada 30 Juli 2026, kontak tidak. Sebagai video warni, akan ada bantuan wawasan kealam dalam situasi iklim membuka. Tanpa di belakangkan, film akan terlihat pada sangat khaya. Karena semua ini, kesatuan Andong Pengantin tidak pernah dinilai sik ستكون ilustrasi .
Totalitas Assila Corina di Film Sajen Satu Suro, Ikut Kuliah Online dengan Makeup Hantu telah mengguk, menyatu, dan berlatih dalam keduanya, tugas aktor dan mahasiswa, menegaskan bahwa perampasan spiritualitas tidak melanggar gradasi pendidikan dan seni.
Artikel Terkait
Reza Arap Debut Sutradara Film Horror Menggugah Penonton
21 Juli 2026
Trailer Carrie Menangkap Emosi Korban Bullying di Comic‑Con
28 Juli 2026
Sisca Saras Menampilkan Pesona di Fashion Carnaval Jember
27 Juli 2026
Andrew Andika Beralih Bisnis Baru, Tinggalkan Dunia Hiburan
27 Juli 2026
Sule Terbuka Teddy Jadi Ahli Waris Lina Jubaedah
27 Juli 2026
Fedi Nuril Jadi Kiper Tarkam Film, Tadah Cedera di Lapangan
27 Juli 2026
Billy Syahputra Kecelakaan Anak Saat Main
27 Juli 2026
Ibra Film Menembus Langit Kisah Konflik Bersahabat
27 Juli 2026
Memuat komentar...