Sony Gagal Rilis DualShock Emulator PS1 Akibat Royalti

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan perubahan dalam industri gaming sejak beberapa tahun lalu, dengan proyek DualShock yang sempat menyebar ke pasar global. Proyek ini menciptakan kontroler PlayStation yang kini dikenal sebagai DualShock Emulator PS1, sebuah ide yang mungkin mengundang perhatian karena konsepnya yang unik.

Pada 2 Juli 2026, channel YouTube The Retro Collective merilis sesi obrolan dengan Brian Watson, seorang pengembang gaming berpengalaman. Watson menyebut bahwa DualShock Emulator PS1 adalah perangkat eksklusif yang dirancang untuk pasar Brasil, sementara konsol PS1 secara ilegal muncul di pasar tersebut. Proyek ini menjadi bagian dari strategi Sony untuk menghindari regulasi impor ketat terhadap produk mereka.

Selain itu, Watson menjelaskan bahwa DualShock Emulator PS1 dirancang sebagai perangkat plug-and-play, dengan penyimpanan 4 GB dan baterai berkapasitas 20 jam. Perangkat ini sudah termasuk 10 game yang bisa dimainkan secara langsung, tanpa perlu membeli game tambahan. Namun, proyek ini akhirnya dibatalkan karena kesulitan dalam negosiasi royalti dengan pemegang hak atas game-game tersebut.

Sementara itu, perusahaan Sony mengalami tantangan besar saat mempertahankan keterlibatan pengembang seperti Watson. Meski ide DualShock Emulator PS1 menarik perhatian, masalah regulasi dan kesulitan dalam manajemen royalti akhirnya membuat proyek ini berakhir tanpa hasil. Proyek ini menjadi bagian dari sejarah Sony yang mencoba menghadirkan inovasi terbaik untuk pasar lokal, meskipun tidak berhasil menyelesaikan semua usulan mereka.

BeritaLokal, Jakarta, Dengan mengambil pelajaran dari proyek DualShock Emulator PS1, Sony kini fokus pada pengembangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar, seperti konsol baru atau game terbaru. Proyek ini justru membuka ruang untuk diskusi tentang perubahan strategi dalam industri gaming di masa depan.

Artikel Terkait

0