Mbappé Siap Lawan Rasisme Meski Terkena Kritik di Piala Dunia

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan pencegahan rasisme di lapangan bola Prancis vs Maroko dengan menyoroti peran mental pemain sebagai kunci keberhasilan. Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappé, terus menjadi sorotan setelah mengalami kontroversi saat mencetak gol tunggal melawan Paraguay di Piala Dunia 2026.

Selain itu, senator Paraguay Celeste Amarilla mengejek Mbappé dengan kata-kata rasisme, menyebutnya “Orang Kamerun yang terjajah” dalam konteks penampilannya di lapangan. Reaksi ini memicu pernyataan langsung dari pelatih Didier Deschamps, yang menegaskan bahwa insiden tersebut tidak memengaruhi kondisi psikologis Mbappé. “Dia baik-baik saja secara mental,” ujar Deschamps dalam konferensi pers jelang pertandingan melawan Maroko.

Pemain berusia 27 tahun itu tetap dijaga dalam kondisi fisik dan mental yang memadai, meski ia harus menghadapi tekanan ekstrem dari para pihak luar. Deschamps menekankan bahwa fokus tim sepenuhnya terkonsentrasi pada pertandingan besok, dimana kedua tim sama-sama memiliki kualitas dan hanya satu yang bisa lolos. “Mentalitas tim memang tidak akan membuat Anda memenangkan pertandingan, tetapi saya tahu betul bahwa mentalitas bisa menjadi alasan mengapa Anda kalah,” katanya.

Selain itu, kepemimpinan Mbappé di lini depan diperkuat dengan peran sebagai kapten yang penuh tanggung jawab. Deschamps menegaskan bahwa Mbappé memahami tugasnya dan mampu memberikan pengaruh positif bagi seluruh skuad. “Dia memahami sikap dan perilaku yang berdampak pada seluruh kelompok,” kata pelatih.

Tantangan utama bagi Prancis adalah menghadapi Maroko, tim yang juga memiliki pemain terbaik di dunia. Meski demikian, Deschamps menegaskan bahwa performa di lapangan tetap menjadi faktor utama. “Kondisi mental saja tidak cukup; penampilan di atas lapangan adalah satu-satunya kebenaran,” tambahnya.

Pertandingan ini akan berlangsung pada Kamis (15/12/2026) pukul 02.00 WIB di Stadion Al Bayt, Al Khor. Mbappé dan rekan-rekannya harus menunjukkan kemenangan untuk memperkuat reputasi Timnas Prancis dalam Piala Dunia 2026.

Artikel Terkait

0