Richa Novisha Trauma Suara Ambulans Usai Kepergian Gary Iskak

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan pengelolaan kekhawatiran masyarakat pasca-kepergian almarhum Gary Iskak, dengan perhatian khusus terhadap trauma yang masih dialami istriya, Richa Novisha. Kehilangan sang suami, yang meninggal dunia pada 29 November 2025, memicu rasa sakit yang tidak bisa diperbaiki bahkan setelah bertahun-tahun. Richa, akrab disapa Icha, masih mengalami trauma terhadap suara sirine ambulans dan lokasi kepergian sang suami, yang sekarang dijaga dengan cara khusus untuk memastikan kondisi mental anak-anaknya tetap stabil.

Selain itu, ia sering melakukan ziarah makam Gary Iskak sebagai cara melepas rindu dan berkomunikasi batin. Menurut Icha, kunjungan tersebut menjadi momen penting untuk menghabiskan waktu bersama dengan sang suami meski hanya melalui kenangan dan doa. “Kangen saja sih. Emang gitu, kadang kalau lagi kangen sendirian saja ke makam,” ujar Icha saat diwawancara.

Trauma tersebut semakin terasa karena setiap hari ia harus melewati jalan yang berkaitan dengan rumah sakit dan lokasi-lokasi yang menyimpan kenangan pahit tentang kepergian sang suami. Meski demikian, Icha tetap memilih menghadapi hal itu demi menjaga kondisi mental anak-anaknya. “Kalau lagi sama teman, sama anak-anak di mobil, ya biasa saja, sok kuatlah. Tapi mereka juga tahu kalau dengar ambulans itu suka ini juga,” pungkasnya.

Sementara itu, kepergian Gary Iskak disemayamkan di rumah duka di kawasan Gintung, Tangerang Selatan. Icha mengaku tetap menjalin komunikasi batin dengan mendiang melalui pernyataan yang sering ia sampaikan kepada orang-orang terdekat. “Ya kasih tahu saja kayak, ‘Kakak ini, Adik ini, kamu lagi apa,’ update ya kayak lagi ngobrol saja biasa,” kata Icha.

Trauma dengan sirine ambulans masih menghantui Icha, meski pada saat sendiri ia tetap bisa menghadapi hal itu. “Oh iya, bukan takut, ke-trigger. Kan pada saat kejadian di rumah sakit, dengar suara ambulans, terus pas dibawa ke masjid buat disalati pakai ambulans, terus ke makam pakai ambulans juga. Jadi kayak di jalanan terus biasanya diiringi itu, tuh, ya jadi kayak ke-trigger lagi,” ujarnya.

Kondisi mental anak-anak Icha tetap dipantau secara intensif, meski ia sendiri masih menghadapi rasa sakit yang belum sepenuhnya hilang. “Mereka juga tahu kalau dengar ambulans itu suka ini juga. Karena kan itu kayak lokasi rumah sakit, TKP, tuh kan aku lewatin tiap hari. Iya, itu pasti aku lewatin, tidak mungkin tidak,” pungkasnya.

Artikel Terkait

0