BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah membutuhkan perbankan memastikan pengelolaan likuiditas seiring rencana penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) akhir tahun. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa pengelolaan likuiditas menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
Dian mengatakan bank harus memperkuat manajemen risiko dan tata kelola saat menyiapkan dana SAL yang akan ditarik pada akhir tahun ini. “Bank perlu menyesuaikan aset dan liabilitas dengan sumber pendanaan, termasuk besaran dana dan jangka waktu penempatannya,” kata Dian dalam konferensi pers daring, Selasa (7/7/2026). Dia juga menekankan pentingnya asset and liability management (ALMA) serta penggunaan aset likuid berkualitas tinggi.
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, mengungkapkan pemerintah memberikan Rp 100 triliun tambahan di Himbara dengan skema lebih fleksibel dibandingkan penempatan sebelumnya. Ia menjelaskan dana ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan pembiayaan, seperti mendukung perekonomian melalui kredit kepada UMKM. “Yang 200 sudah ada. Ini status tambahan yang lebih fleksibel,” ujar Purbaya di Kantornya, Jumat (27/3/2026).
Selain itu, OJK memastikan koordinasi dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga respons kebijakan yang terkoordinasi. Dian menegaskan sinergi antarlembaga penting dalam mencegah tekanan pada likuiditas perbankan.
Evaluasi penempatan dana SAL sebelumnya, sebesar Rp 200 triliun, dianggap baik oleh laporan perbankan. Namun, Purbaya mengakui tantangan dalam menelusuri aliran dana yang bercampur dalam sistem perbankan. “Kalau uang masuk ke bank, udah campur, dia klaim yang dia salurkan ke UMKM itu dari saya,” kata Purbaya.
OJK akan terus memantau kondisi likuiditas perbankan melalui pengawasan berbasis risiko, baik individual maupun industri. Dian menyebut koordinasi dengan lembaga lain penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Artikel Terkait
CleanSpark Strategi Jual Bitcoin Melebihi Produksi
5 Juli 2026
Sentimen Koin Meme Mulai Pulih, SPX6900 dan MemeToro Jadi Sorotan Investor
25 Juni 2026
Arthur Hayes Ungkap Penyebab Harga Bitcoin Sulit Reli
11 Juni 2026
BI Catat Uang Primer Rp 2.214,6 Triliun, Likuiditas Tetap Terjaga
8 Juni 2026
Mengapa Harga Bitcoin Anjlok Hari Ini? Simak Penjelasannya
3 Juni 2026
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau IT Manggis, Pastikan Pasokan Energi Bali Tetap Andal
1 Juni 2026
Pemerintah Targetkan Etanol dalam Bensin 2027 untuk Meningkatkan Ketahanan Energi
9 Juli 2026
Properti Cikarang Makin Prospektif
9 Juli 2026
Memuat komentar...