Harga Pangan Menaik: Cabai Rawit Merah Capai Rp 61.900/kg

BeritaLokal, Jakarta – Harga pangan seperti cabai rawit merah menyentuh Rp 61.900 per kilogram (kg) pada Rabu pagi, (8/7/2026) pukul 06.00 WIB. Sementara harga telur ayam ras mencapai Rp 29.050 per kg. Data ini diperoleh dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dipantau Bank Indonesia, dikutip dari Antara.

Selain itu, harga cabai merah besar capai Rp 49.750/kg, cabai merah keriting Rp 50.300/kg, dan cabai rawit hijau Rp 49.950/kg. Bawang merah di harga Rp 46.550/kg, bawang putih Rp 43.950/kg, serta beras kualitas bawah Rp 14.700/kg, beras kualitas bawah II Rp 14.500/kg, dan beras kualitas medium I Rp 16.350/kg. Daging ayam ras segar Rp 36.850/kg, daging sapi kualitas I Rp 150.350/kg, dan daging sapi kualitas II Rp 141.150/kg. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp 20.300/kg, sementara gula pasir lokal Rp 19.050/kg. Minyak goreng curah di harga Rp 20.550 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp 24.250 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II Rp 23.400 per liter.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, inflasi Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan (yoy) dan 0,44 persen bulanan (mtm). Ia menegaskan bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini hanya sementara, dipicu oleh fluktuasi harga BBM dan pangan, bukan lonjakan permintaan masyarakat. Purbaya menyebutkan inflasi inti (core inflation) masih stabil di 2,76 persen, menunjukkan tekanan inflasi akan berkurang dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan kontribusi 0,28 persen. Harga bensin menjadi kontributor utama dengan andil 0,21 persen, disusul tarif angkutan udara dan pelumas mesin. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan kontribusi sebesar 0,06 persen terhadap inflasi nasional. Inflasi inti Juni 2026 mencatatkan 0,23 persen bulanan dan 2,76 persen tahunan, sesuai dengan pernyataan Purbaya.

Purbaya memperkirakan kenaikan harga akibat faktor musiman seperti BBM dan pangan akan berangsur mereda, sehingga laju inflasi nasional dapat kembali terkendali dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga pangan hanyalah sementara, dengan perubahan harga yang tergantung pada kondisi pasar dan permintaan masyarakat.

Artikel Terkait

0