APBN 2025: Gerindra Penguatan Stabilitas Ekonomi

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memperlihatkan hasil yang positif dalam pengelolaan APBN 2025, di tengah tantangan ekonomi global yang terus bergerak. Fraksi Partai Gerindra DPR menilai realisasi anggaran pemerintah berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi sektor industri pengolahan dan perdagangan, serta efisiensi dalam pembiayaan melalui suku bunga SBN 10 tahun yang tercatat di level 6,71%. Angka ini lebih rendah dibandingkan asumsi awal 7%, menunjukkan manfaat dari pengelolaan anggaran yang efisien.

Anggota Komisi V DPR, Yuliansyah, menyebutkan pertumbuhan ekonomi didorong oleh kinerja sektor industri pengolahan (5,30%) dan perdagangan (5,49%), menghasilkan kontribusi 19,7% terhadap PDB. Di sisi lain, pemerintah berhasil memperkuat ketahanan pangan melalui kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500/kg dan penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20%. Fraksi Gerindra mendukung program MBG, yang tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat tetapi juga menjadi penggerak ekonomi baru di desa.

Selain itu, realisasi belanja negara mencapai Rp 3.435,46 triliun, dengan penurunan defisit APBN 2025 sebesar 2,81% terhadap PDB. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan efisiensi belanja tercapai melalui penghematan Rp 306,7 triliun dalam Inpres yang mengatur pengelolaan anggaran. Strategi pembiayaan prudent membantu menekan defisit dengan memanfaatkan kondisi pasar yang mulai membaik. Pendapatan negara mencapai Rp 2.765,13 triliun, terdiri dari perpajakan (Rp 2.218,17 triliun) dan PNBP (Rp 541,53 triliun).

Sementara itu, tantangan ekonomi global seperti dinamika geopolitik dan peralihan pengelolaan dividen BUMN ke Danantara memengaruhi pendapatan negara. Pemerintah mengoptimalkan penerimaan melalui percepatan resolusi pajak dan penyesuaian PPN pada barang mewah. Dengan demikian, APBN 2025 terus menjadi fondasi stabil bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel Terkait

0