IHSG Hari Ini Selasa 9 Juni 2026 Dibuka Bangkit ke Zona Hijau

[BeritaLokal], Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka sesi perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, dengan kinerja positif yang mengejutkan, naik 0,59 persen ke level 5.377,62 poin. Pergerakan ini menunjukkan kebangkitan pasar setelah sesi sebelumnya yang mengalami tekanan, dan menjadi penguat utama bagi investor yang mempertimbangkan keberlanjutan tren positif di pasar saham Indonesia.

Pada awal sesi, IHSG dibuka di level 5.344,68, naik dari penutupan sesi sebelumnya yang berada di 5.342,13. Pada pukul 09.03 WIB, indeks ini berhasil mempertahankan posisi di zona hijau, mencatat kenaikan 0,59% menjadi 5.377,62. Ini menandakan bahwa pasar memulai pergerakan yang lebih stabil setelah mengalami tekanan pada sesi Senin, 8 Juni 2026, di mana IHSG merosot 4,52% ke 5.342,13.

Selain IHSG, indeks saham LQ45 juga menunjukkan momentum positif, naik 1,20% menjadi 532,51. Dalam kategori saham acuan, sebagian besar indeks menguat, meskipun sektor saham transportasi dan basic materials mengalami tekanan, turun masing-masing 1,11% dan 1,39%. Hanya sektor infrastruktur yang berhasil menguat, menunjukkan bahwa sektor-sektor yang berorientasi pada pembangunan dan logistik masih menjadi pendorong utama dalam dinamika pasar.

Dari sisi volume perdagangan, total frekuensi transaksi mencapai 134.045 kali, dengan volume saham mencapai 4 miliar unit dan nilai transaksi harian mencapai Rp1,9 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 18.132, menunjukkan bahwa sentimen moneter global tetap menjadi variabel penting dalam pergerakan harga saham.

Dari sisi analisis teknikal, para analis pasar menyatakan bahwa IHSG berada di tahap koreksi dalam rangkaian pergerakan yang lebih besar. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebutkan bahwa IHSG berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5, dengan area koreksi berikutnya di rentang 5.184-5.282. Ia juga menunjukkan level support di 5.261 dan 5.191, serta level resistance di 5.462 dan 5.594. PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan level support dan resistance di 5.230-5.370, menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi yang dinamis.

Dalam rekomendasi saham, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Sementara itu, Herditya Wicaksana dari PT MNC Sekuritas memilih PT Astra International Tbk (ASII), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA), dan PT PAM Mineral Tbk (NICL).

Rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas juga mencakup strategi “Buy on Weakness” untuk saham ASII, BULL, dan JPFA, dengan target harga dan stoploss yang jelas. Sementara NICL diperkirakan berada dalam fase bullish, dengan potensi target harga 525 dan 630.

Pergerakan pasar pada hari ini menunjukkan bahwa investor mulai mempertimbangkan kembali strategi investasi di tengah tekanan yang dihadapi pada sesi sebelumnya. Dengan kinerja IHSG yang memulai sesi dengan kenaikan, pasar tampak berpotensi untuk memperkuat posisi positif, meskipun masih berada dalam fase koreksi yang memerlukan analisis teknikal dan fundamental yang lebih mendalam.

Kinerja saham juga menunjukkan dinam

error: Content is protected !!