BeritaLokal, Jakarta – Prosesor M5 Max, yang diunggulkan sebagai pilihan terbaru Apple untuk lini laptop kelas menengah, tengah mengalami masalah teknis yang menimpa sejumlah unit. Suhu operasional internal laptop tersebut mencapai angka di atas 100 derajat Celsius saat menjalankan tugas intensif, seperti memproses model Large Language Model (LLM). Kondisi ini menyebabkan layar MacBook Pro rusak akibat efek panas yang terlalu berlebihan.
Pertama kali muncul pernyataan keluhan pengguna di Reddit, ketika mereka mengamati perubahan warna atau “discoloration” pada panel layar bagian bawah laptop. Penyebabnya diperkirakan terkait sirkulasi udara panas yang tidak optimal di area lubang pembuangan panas. Bisa jadi, saat pengguna memaksakan laptop berjalan dalam mode intensif, pergerakan udara pendingin gagal menciptakan lingkungan sejuk bagi komponen elektronik.
Sistem pendinginan yang digunakan Apple pada versi terbaru MacBook Pro masih bergantung pada pipa panas tunggal (single heatpipe). Meski efisiensi daya menjadi prioritas, sistem ini justru kewalahan menangani beban berat. Dalam skenario tertentu, panas yang dihasilkan prosesor M5 Max bisa melewati batas optimal, menyebabkan kerusakan pada panel layar.
Dilansir dari sumber teknis, Apple sedikit memperhatikan kebutuhan pendinginan tambahan, tetapi belum mengeluarkan solusi terpisah. Saat ini, perusahaan sedang mengeksplorasi implementasi sistem vapor chamber sebagai alternatif untuk melindungi komponen lain. Namun, proses pengembangan sistem ini memakan waktu dan mungkin akan memengaruhi kinerja laptop selama beberapa bulan ke depan.
Pihak Apple belum mengungkapkan apakah produknya akan diperbarui atau tidak. Tetapi, dampak teknis yang terjadi pada sejumlah unit MacBook Pro menjadi pertanyaan tentang ketahanan dan keandalan perangkat lunak paling mungkin digunakan dalam skenario jangka panjang.
Informasi menarik: Gamebrott lainnya seperti masalah pengosongan baterai dan kerusakan kamera juga diungkapkan dalam laporan teknis.