BCA Ajak Warga Desa Wisata Patakbanteng Dieng Naik Kelas

BeritaLokal, Jakarta – Pembiayaan BCA melalui program Bakti BCA berupaya memperkuat potensi desa wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo dengan tiga fase pembinaan terstruktur. Kegiatan ini bertujuan membangun kapasitas sumber daya manusia (SDM), mengembangkan pasar wisata, dan mendorong keberlanjutan ekonomi warga desa.

Selain itu, BCA juga fokus pada penguatan kelembagaan, seperti perbaikan legalitas dokumen serta memperluas kemitraan untuk meningkatkan daya tarik Patakbanteng sebagai destinasi wisata. Program ini diperkirakan akan selesai dalam waktu satu tahun mendatang, dengan harapan mendorong warga desa mengelola destinasi wisata secara mandiri.

Tiga fase utama program Bakti BCA di desa Patakbanteng terdiri dari:
1. Fase Desain: Memperkuat paket wisata yang memanfaatkan potensi ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut. Kegiatan ini mencakup pelatihan kompetensi bagi pengunjung dan warga desa, serta pengembangan jalan untuk mengurangi beban transportasi.
2. Fase Enabler: Mendorong pemahaman nilai-nilai kehidupan lokal melalui pelatihan tentang tuntutan masyarakat dan ekonomi daerah. Program ini juga memperluas akses pasar wisata dengan membuka potensi kemitraan antara BCA, warga desa, serta pengusaha lokal.
3. Fase Keberlanjutan: Membangun sistem ekonomi yang dapat berjalan sendiri, sehingga warga desa mampu mengelola destinasi wisata secara mandiri dan terus berkembang.

Pada tahun 2004, Desa Patakbanteng berhasil meraih juara 1 bidang resiliensi dalam lomba desa wisata di Jawa Tengah. Kemenangan ini menjadi dasar untuk memperkuat ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata yang dimulai oleh warga sendiri. Sejak saat itu, muncul sejumlah aktivitas ekonomi seperti ojek pangkalan (opang) dan UMKM yang menjajaki pasar wisata.

Dalam kegiatan pariwisata, sekitar 100 orang terlibat dalam operasional ojek, sementara di akhir minggu kerja bisa mencapai 50 kali per hari. Selain itu, warga desa juga membuka warung 24 jam yang menjual produk olahan seperti carica (pepaya gunung), keripik kentang, dan bahan tanaman endemik. Keberhasilan ini menunjukkan potensi ekonomi yang sangat kuat di desa tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Wisata Patakbanteng Solichin mengatakan bahwa program Bakti BCA menjadi bagian penting dalam memperkuat perekonomian lokal. “Kegiatan ini tidak hanya membantu warga tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengekspor nilai-nilai budaya dan ekonomi desa,” katanya.

Dengan terus bergerak di tiga fase tersebut, BCA berharap bisa menjadi pilar penting dalam mengembangkan Patakbanteng sebagai destinasi wisata yang andal dan berkelanjutan.

error: Content is protected !!