BeritaLokal, Jakarta – Pagi ini, 9 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat peningkatan signifikan jelang penutupan perdagangan saham. Dengan laju kenaikan sebesar 7%, IHSG tumbuh ke level 5.717 di sesi pertama, menunjukkan kekuatan pasar yang terus memperkuat. Kenaikan ini disertai penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mencapai 18.000 per unit.
Peningkatan IHSG di Sesi Pertama
Sesuai data RTI, IHSG ditutup pada sesi pertama naik 4,82% menjadi 5.599,74. Indeks saham LQ45 melonjak 5,62% ke level 556,71. Seluruh indeks acuan mengalami kenaikan, dengan sektor saham energi naik 5,08%, basic mendaki 5,71%, industri melonjak 5,93%. Sementara sektor consumer nonsiklikal menguat 4,24% dan siklikal menanjak 3,89%.
Kinerja Sektoral Terkini
Selain itu, sektor kesehatan naik 1,62%, keuangan bertambah 4,17%, properti mendaki 3,44%, teknologi melambung 1,94%. Sementara infrastruktur dan transportasi tumbuh masing-masing 4,08% dan 3,54%. Pada sesi kedua, IHSG mencapai level tertinggi 5.725,12, sementara terendah 5.318,14.
Pergerakan Saham Spesifik
Saham AALI kembali naik 2,54% ke Rp 6.075 per saham, dengan frekuensi perdagangan 3.006 kali dan nilai transaksi Rp 17,7 miliar. Sementara saham ANTM mengalami kenaikan 13,04% menjadi Rp 2.860 per saham, dengan volume perdagangan mencapai 2.863.956 saham dan nilai transaksi Rp 794,4 miliar.
Analisis Pasar
Penguatan rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor utama dalam kenaikan IHSG. Dengan angka tukar 18.000, pasar saham mengalami pergerakan positif di semua sektor. Tren ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap dinamika ekonomi Indonesia yang stabil. Pemerintah dan pihak terkait terus memantau kondisi pasar untuk memberikan sinyal kebijakan makro yang tepat.
Poin penting: IHSG mencatat kenaikan 7% di sesi pertama, rupiah menguat hingga 18.000 per unit, dan sektor saham bergerak positif di semua divisi.