BeritaLokal, Tokyo – Pada acara Xbox Game Showcase beberapa hari lalu, komunitas fans Persona di Jepang mengalami kekecewaan terhadap pengumuman dari Atlus tentang game Persona 6. Meski video trailer perdana yang dibagikan memperlihatkan kesan horror dan misterius, sebagian besar fans justru tidak percaya dulu dengan konten tersebut. Alasan ini menarik perhatian karena terdapat keterkaitan dengan pengumuman Persona 5 pada tiga tahun lalu.
Pengumuman Persona 6 mendapat respon yang bervariasi. Sebagian besar fans antusias, terutama karena video trailer menggambarkan dunia yang penuh misteri dan ketidakpastian. Namun, sejumlah besar fans Jepang menolak mempercayai kesan horror tersebut dengan cepat. Mereka mengingat kisah Persona 5, game yang diperkenalkan pada 2013 lalu, di mana trailer pertama juga menciptakan sensasi misterius dengan suara efek aneh dan pesan “You are slave. Want emancipation” disertai gambar kursi terikat rantai.
Pada video trailer Persona 6, Atlus memperlihatkan adegan yang menegangkan, seperti karakter mencoba melepaskan kendalinya atau menghadapi tekanan dari lingkungan tak dikenal. Namun, fans Jepang merasa ini terlalu berlebihan, karena mereka melihat kesamaan dengan trailer Persona 5. Dalam trailer tersebut, Atlus menampilkan adegan skating mewah sebagai bagian awal, memicu kekhawatiran bahwa Persona 6 akan mengikuti gaya yang sama.
Reaksi fans Jepang terlihat jelas dalam komentar Twitter. Seorang pengguna menulis: “????6????????????????????????????????5????????????????? pic.twitter.com/bhobGXP6y0” dengan tanda tanya menggambarkan ketidaknyamanan terhadap kesamaan antara dua trailer. Lainnya menyatakan bahwa “teaser Persona 6 memang memberikan kesan horror, tapi mengingat Persona 5 juga terlihat seperti itu…”. Mereka menekankan bahwa kisah Persona 5 dan 6 mungkin memiliki tema yang berbeda, meski keduanya sama-sama penuh misteri.
Selain itu, fans Jepang mempermasalahkan penggunaan kata “horror” dalam promosi game. Mereka mengingat bahwa Persona 5 sebenarnya tidak tergolong game horror, melainkan yang memiliki nuansa klasik dan estetika misterius. Dalam trailer Persona 6, Atlus memfokuskan pada dunia sekolah, romansa, dan kehidupan pribadi, bukan pada elemen ketakutan yang berlebihan.
Pernyataan fans ini menunjukkan bahwa kesan game tidak selalu bisa ditentukan hanya dari trailer. Mereka menginginkan waktu lebih untuk memahami konteks sebelum mengambil keputusan. Dalam hal ini, Atlus dan pihak pembuat game harus merespons dengan perlahan, mungkin melalui konferensi atau teaser lanjutan yang menunjukkan detail lebih dalam.
Dengan demikian, pengumuman Persona 6 di Jepang masih menghadapi tantangan khusus. Fans membutuhkan waktu untuk menilai kesesuaian antara trailer dan versi game sebenarnya. Meski ada kebingungan, reaksi ini juga menunjukkan bahwa masyarakat sangat peduli dengan kualitas promosi yang akurat.